Presiden Jokowi, Tolong Manusiakan Rakyat

0

Dari balik kaca mobil kepresidenan bertipe land cruiser, Jokowi melemparkan hadiah yang ditujukan kepada masyarakat yang berada di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Dalam video berdurasi sekitar 1.59 menit itu, Jokowi setidaknya melempar sepuluh kali hadiah. Dan beberapa kali hadiah yang dilempar jatuh ke tanah terlebih dahulu sebelum dipunggut masyarakat.

Melihat video tersebut, hati rasanya teriris. Seorang pemimpin, pengayom dan panutan melakukan tindakan yang jauh dari kata memberi keteladanan. Bagaimana seorang Presiden yang seharusnya punya hati selembut salju melakukan tindakan seperti itu. Apa yang terfikir oleh Jokowi saat melemparkan hadiah tersebut?, kenapa dia dengan tersenyum tega memberikan sesuatu untuk rakyatnya dengan cara kurang humanis itu.

Jokowi melempar hadiah mulai dari posisi mobil masih berjalan hingga berhenti. Masyarakat yang awalnya mungkin hanya menunggu dipinggi jalan untuk menyambut dan memberi penghormatan, mulai berebutan mendapatkan hadiah. Mereka tentu saat itu senang mendapatkan hadiah dari seorang Presiden, tapi jika dikaitkan dengan budaya ketimuran, tentu tidak layak memperlakukan orang yang memberi amanah seperti itu. Apalagi Jokowi diberi label sosok pemimpin merakyat, tapi kenapa berlaku tidak menghormati rakyat.

Untuk memberikan sesuatu kepada anaknya kadang kita mengajarkan dengan cara yang sopan. Harus memberikan dengan tangan kanan dan diberikan secara langsung, nanti bagaimana jika anak-anak kita mempertanyakan hal tersebut. Misal, Presiden saja memberikan sesuatu dengan cara melempar dari balik mobil, kenapa kita orang biasa tidak. Seandainya itu dicontoh anak-anak kita gimana, mereka melihat panutan yang kurang baik.

Maaf sebelumnya, cara memberikan sesuatu dengan cara melempar dari balik mobil tersebut identik dengan memberikan makanan kepada binatang. Ini yang membuat hati terluka saat melihat video tersebut, kenapa Jokowi bisa seperti itu. Apakah memang Jokowi telah berubah atau kata merakyat hanya pencitraan saja saat kampanye dulu?

Baca juga  Kejutan Survei Cawapres, Cak Imin Dikandaskan Akbar Tandjung

BACA JUGA:

Masihkah Pantas Jokowi Disebut Pemimpin Merakyat?

Jokowi, Pemimpin yang Terbebani Politik Masa Silam

Mempertanyakan Kepekaan Hati Seorang Jokowi

Jika memang Jokowi saat itu sangat sibuk dan buru-buru mau pergi dari lokasi acara, sehingga tidak sempat memberikan langsung hadiah kepada masyarakat. Kenapa tidak dititipkan saja kepada aparat atau tokoh masyarakat setempat, kenapa harus melempar dari balik mobil dan mempertonton sikap tidak menghormati rakyat. Melihat Jokowi datang dan memperhatian daerah mereka saja sebenarnya masyarakat telah senang, hadiah yang didapat ibarat bonus bagi mereka. Tapi dengan perlakuan seperti itu, rakyat malah menjadi terluka.

Mulai dari era Presiden pertama hingga keenam, belum ada informasi yang menyebutkan ada presiden yang melakukan perbuatan melempar hadiah dari balik mobil seperti yang dilakukan Jokowi. Apakah memang layak rakyat diperlakukan seperti itu di rezim saat ini, apakah memang rakyat tidak lagi layak untuk diberi penghormatan. Atau karena mereka dari kalangan rakyat kecil dan bukan dari kalangan konglomerat?.

Tapi jika berfikir sederhana, kenapa sih Jokowi tidak turun sebentar dan mencoba menunjukkan empatinya. Tidak akan memakan waktu berjam-jam kok hanya untuk bertegur sapa atau bersalaman, seperti dulu yang dia lakukan saat mendengungkan blusukan seperti jualan utama kampanye. Berapa banyak sih masyarakat yang ada dilokasi tersebut saat itu, jika dilihat dari lokasi dan isi video. Jumlah masyarakat yang menunggu ditepi jalan diperkirakan tidak akan berjumlah ribuan orang, atau paling tidak turun dari mobil dan menyerahkan hadiah kepada paspampres untuk dibagikan. Jokowi tetap berada dari dalam mobil sambil melambaikan tangan.

Gara-gara melihat video tersebut, kita teringat lagi dengan kejadian di Maluku Februari lalu. Saat itu Jokowi juga melemparkan hadiah kepada masyarakat, namun kondisinya tidak seperti di Mandailing. Kita juga ingat dengan foto yang juga sempat tersebar beberapa waktu lalu. Foto dimana Jokowi bertemu korban gempa di Aceh, saat itu Jokowi bercengkrama bersama korban tapi diberi batas seutas tali. Apalagi guna tali itu kalau bukan untuk pembatas agar rakyat jangan ada yang berani melewati tali itu untuk mendekati Jokowi. Padahal saat itu korban gempa butuh kehangatan seorang pemimpin dan ingin sedekat mungkin dengan Presidennya.

Baca juga  Agama (Tidak) Bisa Terpisah dari Jagat Politik

Kejadian-kejadian tersebut memunculkan prasangka yang tidak baik untuk Jokowi. Seberapa besar Jokowi menghormati, menyayangi dan menghargai rakyatnya jika berlaku tidak selayaknya. Apalagi Jokowi merupakan orang Jawa yang dikenal sangat menjunjung norma dan etika, jangan sampai karena sudah berada di Istana jiwa kejawaannya menjadi hilang.

Pak Presiden Jokowi, Tolong Manusiakan Rakyat.

oleh: Yunita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here