Edhy Prabowo: Impor Beras Mengkhianati Petani Kita Sendiri

0

PolitikToday – Ketua Komisi IV DPR, Edhy Prabowo menilai, pemerintahan Jokowi-JK gagal mewujudkan swasembada pangan yang dijanjikan saat kampanye. Hal ini lantaran langkah pemerintah mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand.

Ia mempertanyakan kebijakan impor tersebut di tengah kondisi pangan yang bisa dibilang stabil. Belum lagi, di beberapa daerah malah mengalami surplus beras dengan serapan 8-9 ribu ton per hari.

“Impor beras adalah bentuk mengkhianati petani kita sendiri,” kata Edhy Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/1).

Ia juga mengaku heran dengan langkah yang diambil pemerintah ketika kondisi iklim saat ini yang cenderung normal. Pasalnya, menurut Edhy, pada musim kemarau melanda beberapa waktu lalu, pemerintah berani tidak melakukan impor beras.

Lebih lanjut, Edhy menuturkan, dengan meningkatnya anggaran pemerintah untuk sektor pertanian, seharusnya pemerintah mampu menjaga ketersediaan pangan tanpa melakukan impor.

“Menurut saya, penambahan anggaran tidak mengubah hasil pencapaian karena masih melakukan impor beras,” ujarnya.

Edhy juga menyoroti persoalan impor beras kali ini malah menunjuk BUMN Perdagangan Indonesia (PPI). Padahal, selama ini ditangani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) dan tertera dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018, yang menyatakan persoalan impor menjadi domain Bulog.

“Apakah PPI memiliki infrastruktur yang lebih memadai dari Bulog? Apakah PPI lebih mengerti persoalan beras daripada Bulog? Atau ada kepentingan lain di balik semua ini?” kata dia.

Ia mengingatkan pemerintahan Jokowi-JK saat kampanye dulu pernah berjanji akan kembali mewujudkan swasembada pangan. Namun, sudah tiga tahun lebih menjabat, Edhy menilai janji itu gagal diwujudkan, terbukti dengan langkah pemerintah melakukan impor beras.

Seperti diketahui, pemerintah membuka keran impor beras pada awal tahun ini. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018.

Baca juga  Ditolak Menkumham, KPK 'Ngotot' Napi Koruptor Pindah ke Nusakambangan

Kebijakan impor beras tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam dua tahun terakhir saat pemerintah terakhir membuka keran impor beras pada 2015.

Sebanyak 500.000 ton beras yang akan diimpor pada Januari 2018. Kebijakan ini muncul karena adanya kekurangan beras jenis medium sejak akhir tahun 2017. Akibatnya harga beras di pasaran pun melambung tinggi. Dengan alasan tersebut, Mendag mengaku tidak punya pilihan lain untuk membuka keran impor beras.

(ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here