#2019GantiPresiden Hiasi Car Free Day di Sejumlah Daerah

    0

    #2019GantiPresiden tidak lagi hanya sekedar kaos oblong seperti yang dikira Jokowi. Hastag itu kini telah menyebar menjadi sebuah gerakan spontanitas yang meluas di tengah masyarakat. Terakhir, gerakan ini terlihat mewarnai Car Free Day di sejumlah daerah.

    Dari pantauan di media sosial, beberapa daerah yang menyelenggarakan Car Free Day seperti di Jakarta, Bandung, dan Surabaya terlihat banyak masyarakat yang memakai kaos bertuliskan #2019GantiPresiden. Lebih menarik lagi, ada video warga negara asing (WNA) yang sedang berolahraga pagi juga ikut membeli dan memakai langsung kaos #2019GantiPresiden di acara Car Free Day tersebut. Seakan WNA tersebut tidak mau ketinggalan keseruan dengan massa yang hadir.

    Walaupun aksi tersebut dinilai sejumlah pihak menyalahi aturan yang ada tentang penggunaan Car Free Day, namun warga masyarakat mengklaim bahwa yang mereka lakukan adalah sebuah spontanitas. Mereka hadir menggunakan kaos #209GantiPresiden dan bertemu dengan orang-orang yang sama tanpa ada yang mengkoordinir.

    Terlepas dari salah atau benarnya aksi yang dilakukan tersebut, namun satu hal yang perlu menjadi catatan adalah gerakan ini tidak lagi hanya fiksi seperti yang dikatakan Rocky Gerung. Gerakan ini telah menjadi fakta, telah menjadi kenyataan yang seharusnya menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk mengukur kinerjanya selama 4 tahun menjalankan pemerintahan. Begitu juga halnya dengan partai pendukung pemerintah hari ini.

    Gerakan yang dilakukan tersebut merupakan apa yang dirasakan masyarakat selama pemerintah hari ini berkuasa. Mereka mengganggap pemerintah telah gagal dengan pencapaian yang diperlihatkan pemerintah hari ini. Apa yang dijanjikan pada saat kampanye dinilai tidak lagi sejalan dengan program yang dicanangkan pemerintah.

    Seperti halnya di bidang ekonomi, angka rupiah saat ini jauh anjlok. Hutang negara kian hari semakin mencemaskan. Pemerintah pun dianggap tidak transparan dan terkesan lempar sana dan sini jika ada permasalahan.

    Dalam hal lapangan pekerjaan, janji pemerintah yang akan membuka 10.000 lapangan kerja baru juga dipertanyakan. Hampir 4 tahun masa jabatan tidak terlihat tanda-tanda tersebut. Malah yang membuat masyarakat geram adalah dikeluarkannya Perpres No. 20 Tahun 2018 Tentang TKA yang memberi kemudahan akses bagi WNA untuk dapat masuk dan bekerja di Indonesia.

    Diawal, pemerintah berdalih isu serbua TKA tersebut adalah hoaks belaka. Masyarakat diajak untuk tidak mudah terprovokasi dengan pemberitaan yang demikian. Namun mayarakat Indonesia tidak sebodoh itu. Di tengah gencarnya informasi seperti saat ini, satu per satu fakta terkuak dengan nyata. Pihak pemerintah lagi-lagi berdalih, kali ini dia menyebutkan membludaknya TKA sudah terjadi sebelum pemerintahan Jokowi. Sebuah kemunafikan yang direncanakan.

    Belum lagi dengan kinerja kementrian Jokowi yang sangat melukai masyarakat luas. Saat menhadapi mahalnya harga cabe, salah seorang menteri dengan enteng menyuruh masyarakat menanam sendiri cabe. Disaat harga listrik naik, menteri dengan nyeleneh menyuruh cabut meteran agar tidak perlu membayar listrik. Disaat ada temuan cacing dalam kemasan sarden siap saji, menteri bilang itu tinggi protein. Terbaru, saat harga beras meroket, menteri menyuruh masyarakat untuk menawar sendiri harga beras dengan penjual.

    Apa yang ditunjukkan pemerintah hari ini tidak lagi menunjukkan pemerintah sebagai mandataris rakyat untuk mensejahterakan rakyat. Pemerintah hanya bekerja tanpa perlu memikirkan solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi rakyat. Wajar, jika kemuakan masyarakat memuncak dengan gerakan #2019GantiPresiden.

    Jika pemerintah tidak mengevaluasi kebijakannya hari ini, maka akan besar kemungkinan gerakan #2019GantiPresiden akan menjadi gerakan yang dengan sendirinya akan meluas. Hal ini tentunya berdampak buruk bagi Jokowi yang berencana akan kembali maju di pertarungan Pilpres 2019.

    Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here