Aksi 2019 Ganti Presiden di KPUD Jambi, PDIP: KPUD Kecolongan

0

PolitikToday – Baru-baru ini ramai diperbincangkan warganet video berdurasi 25 detik yang diunggah oleh pemilik akun @Adella Wibawa. Dalam video tersebut terlihat acara pagelaran seni dan budaya yang di gelar KPUD Jambi terselip teriakan 2019 ganti presiden.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai teriakan ‘2019 ganti presiden’ dalam acara pagelaran seni dan budaya menyambut pemilu 2019 yang diselenggarakan KPU Jambi merupakan pelanggaran serius.

“Kami sangat menyesalkan. Bahkan itu bagian dari pelanggaran serius,” kata Hasto, Selasa (24/4).

Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jambi Subhan, orang yang melontarkan ucapan itu bukan lah pihak dari KPUD tetapi dari partai politik yang bersangkutan.

“Betul. Yang berbicara dipanggung itu bukan KPU atau MC KPU, tapi pemain parodi dari partai,” ucap Subhan.

Menurut Subhan, Partai Gerindra bukan satu-satunya partai yang menampilkan soal pergantian presiden dalam penampilannya. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pun, kata dia, menyuguhkan hal senada.

Beberapa waktu belakangan memang marak aksi 2019 ganti presiden yang diunggah melalui sosial media. Diketahui sebelumnya, di Medan juga terdapat aksi mengibarkan spanduk 2019 ganti presiden yang diklaim terbesar di Indonesia.

Spanduk berukuran besar bertuliskan ‘#2019GantiPresiden #Secara Konstitusional’ membentang di halaman Masjid Al-Amin, Medan, Sumatera Utara.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Pasaribu mengatakan pihaknya tengah mencari pemasang spanduk.

“Kami masih menyelidiki siapa orang yang memasang spanduk tersebut di areal masjid,” kata Wilson, Kamis (19/4).

Selain itu, aksi nyata juga dilakukan puluhan massa yang berlangsung di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (23/4).

Koordinator aksi, R Zulkarnaen menjelaskan kondisi yang dihadapi bangsa saat ini sudah membutuhkan terobosan-terobosan baru.

“Kami menganggap bahwa situasi yang melanda bangsa Indonesia ini membutuhkan terobosan-terobosan dan perubahan-perubahan,” jelas Zulkarnaen.

Baca juga  Wakil Ketua DPR Minta Semua Pihak Santai Hadapi Hastag #2019GantiPresiden

Dengan kompleksnya permasalahan bangsa hari ini, Zulkarnaen menganggap sudah saatnya Indonesia mempunyai pemimpin baru yang kuat.

“Karena itu, perubahan kepemimpinan menjadi sebuah prasyarat penting bagi bangsa Indonesia untuk dapat keluar dari permasalahan-permasalahannya,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, kepemimpinan nasional hari ini dianggap tidak mampu  menyelesaikan permasalahan bangsa hari ini.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here