Anggota Komisi VII DPR Sebut Menteri Rini Langgar Etika

    0

    PolitikToday – Anggota Komisi VII DPR RI Falah Amru menilai Menteri BUMN Rini Sumarno telah melanggar etika karena melibatkan keluarganya sendiri dalam urusan kepemerintahan. Menurut Falah, viralmya rekaman percakapan via telepon yang diduga melibatkan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basir harus diusut dan ditindak tegas agar tidak melebar kemana mana.

    “Patut diduga Menteri Rini melanggar etika dalam menjalankan tugas negara dengan melibatkan bisnis dalam keluarga. Melakukan pelanggaran Berat,” ujar Falah dalam rilis persnya, Senin (30/4).

    Falah mendesak Presiden Jokowi untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang diduga terlibat dalam percakapan tersebut.

    “Presiden harus mengambil sikap tegas terhadap Menteri BUMN. Bukan hanya melanggar etika, tetapi melanggar perintah presiden. Kepentingan negara harus lebih utama dan tidak melibatkan keluarga,” tegas Falah.

    Sebelumnya disisi lain, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro meluruskan kabar beredarnya penggalan percakapan antara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.

    Menurut Imam, percakapan tersebut bukan membahas tentang ‘bagi-bagi fee’ sebagaimana yang dicoba digambarkan dalam penggalan rekaman suara tersebut.

    Ia menjelaskan percakapan itu diduga sengaja diedit itu bertujuan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan kepada masyarakat terkait pembicaraan antara kedua tokoh.

    Imam mengakui memang benar Rini dan Sofyan Basir melakukan diskusi mengenai rencana investasi proyek penyediaan energi yang melibatkan PLN dan Pertamina.

    Namun, jelasnya. diskusi tersebut bertujuan memastikan investasi itu memberikan manfaat maksimal bagi PLN dan negara, bukan sebaliknya untuk membebani PLN.

    “Kami tegaskan kembali pembicaraan utuh tersebut isinya sejalan dengan tugas Menteri BUMN untuk memastikan bahwa seluruh BUMN dijalankan dengan dasar Good Corporate Governance (GCG),” kata Imam, Sabtu (29/04) pekan lalu.

    Ia menambahkan, percakapan yang sebenarnya adalah Dirut PLN Sofyan Basir melakukan pembicaraan dengan Meneg BUMN guna memastikan syarat keikutsertaan PLN dalam proyek tersebut.

    Namun, seiring dengan viralnya rekaman pembicaraan telepon tersebut di media sosial telah menimbulkan berbagai opini negatif terhadap pemerintah.

    Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas N. Zubir mengatakan beredarnya rekaman percakapan antara Rini Soemarno dengan Sofyan Basir menjadi indikasi adanya keterkibatan kakak Meneg BUMN dalam urusan pengelolaan BUMN.

    “Menjadi sebuah bukti adanya cawe-cawe kakak-nya Rini, yakni Ari Soemarno di kementrian BUMN, PLN, PGN dan Pertamina,” kata Inas, Sabtu (28/4) lalu.

    Ari Soemarno, ditambahkan Inas dikenal sebagai orang yang dekat dengan M Riza Chalid yang memang dikenal sebagai pengusaha minyak. Ari adalah orang yang pertama kali membawa M. Riza Chalid untuk terjun di bisnis minyak dan gas. Riza dikenal sebagai salah satu pengusaha minyak.

    Sementara itu, Sekretaris Kementrian BUMN Imam Apriyanto Putro menyebutkan pihaknya akan mempidanakan pelaku penyebar informasi dan rekaman percakapan antara Rini dengan Sofyan.

    “Kementerian BUMN akan mengambil upaya hukum untuk mengungkap pembuat serta penyebar informasi menyesatkan tersebut,” katanya.

    (gg)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here