Bantuan Langsung Lempar Jokowi, Ini Pandangan Demokrat, Gerindra dan Pengamat

0

PolitikToday – Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat, Agus Hermanto menilai “bantuan langsung lempar (BLL)” ala Presiden Joko Widodo tidak lebih baik dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pasalnya kebijakan SBY jauh lebih tepat sasaran dan terencana. Sementara kebijakan BLL Jokowi lebih merupakan bantuan yang terkesan momentum saja.

“Memang kebijakan yang dilakukan Pak SBY betul-betul mengena dan betul-betul terencana,” ujar  Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat, Agus Hermanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4).

Agus menjelaskan sebelum BLT dikeluarkan pemerintah sudah mendata daerah dan siapa saja yang pantas mendapatkan bantuan. Penerima bantuan itupun dipilih berdasarkan tata aturan perundangan.

Untuk hal itu, Agus heran mengapa pemerintah Jokowi tidak mengikuti kebijakan BLT era SBY yang sudah terbukti berjalan dengan baik.

“(BLT, red) dilaksanakan secara prudent sehingga tidak sekonyong-konyong begitu ketemu diberikan, tidak seperti itu,” ujarnya.

Ketua  Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule, juga mempertanyakan penggunaan APBN di balik pengadaan tas yang digunakan dalam aksi BLL yang ditenderkan oleh Kementerian Keuangan dengan menggunakan dana APBN.

“Wah, ternyata, “Bantuan Langsung Lempar” menggunakan dana APBN dan ditenderkan pula agar tampak seperti layaknya proyek-proyek APBN lainnya,” kata Iwan Sumule, dalam perbincangan dengan redaksi.

Menurut Iwan Sumule, aksi Jokowi membagikan BLL  terkesan dan tampak seperti sedang kampanye Pilpres 2019, selain tidak mendidik.

“Melempar paket bingkisan dari dalam mobil kepada rakyat, mempertontonkan sebuah prilaku tak beradab seorang pemimpin kepada rakyatnya. Gagalnya sebuah revolusi mental, nawa cita dan trisakti. Jadi sudah pantas tahun 2019 kita ganti presiden,” demikian Iwan Sumule.

Baca juga  Bangsa Besar Itu, Kini Diurus Jiwa-Jiwa Kerdil

Aksi bagi-bagi sembako oleh Presiden Joko Widodo yang dikenal di dunia maya dengan bantuan langsung lempar di setiap daerah yang dikunjungi ditengarai terkait kepentingan Pilpres 2019.

Pengamat politik Universitas Padjadjaran Idil Akbar juga mengkritik BLL. Dia menilai Jokowi ibarat seorang sinterklas untuk bagi-bagi sembako. Padahal dulu

dulu PDIP mengkritisi keras BLT di era SBY.

“Dulu habis-habisan mengkritik SBY tapi kenapa sekarang dilakukan. Ini tidak baik untuk pendidikan politik masyarakat,” katanya, Selasa (24/4/2018)

Tindakan Jokowi, kata Idil, melempar sembako di dalam mobil kepada masyarakat menunjukkan lemahnya etika politik Jokowi sebagai pemimpin bangsa.

“Etika politik dimana problem pemberian itu seolah-olah tidak menjadi pemberian yang ikhlas dan hanya berorientasi sekedar hanya bagi sembako dan kepentingannya jelas untuk kepentingan 2019,” paparnya.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here