Fahri Hamzah: Perpres TKA Bentuk Kegagalan Pemerintah Melindungi Bangsa

    0

    PolitikToday – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menyebut Peraturan Presiden (Perpres) nomor 20/2018 tentang Penggunaan tenaga kerja asing (TKA) merupakan bentuk pelanggaran terbesar terhadap konstitusi.

    “Ini bentuk pemerintah tidak bisa melindungi bangsa Indonesia. Di saat rakyat kita sedang sulit bekerja, pemerintah justru datangkan TKA kasar,” tegas Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan (Senin, 30/4).

    Fahri menyebut, meski investasi banyak berdatangan ke Indonesia, namun tetap yang menikmati hasil itu adalah orang asing.

    “TKA kasar datang ke sini buat ambil kue yang harusnya dinikmati oleh pekerja kita,” jelasnya.

    Karena itu, Fahri bersama koleganya di DPR menandatangani Pansus Hak Angket TKA di DPR. Arah dari pansus ini adalah mencabut Perpres bermasalah tersebut.
    “Meskipun kita bilang ini investasi namun jangan sampai investasi yang melukai kepentingan nasional kita,” tandasnya.

    Terkait, Presidium Persatuan Pergerakan, Andriyanto menyebut penggunaan hak angket DPR bisa jadi pintu masuk untuk membedah inisiator di balik perpres yang mempersempit tenaga kerja lokal mendapat pekerjaan itu.

    Karena, jika suatu keputusan pemerintah menuai polemik, presiden acapkali lepas tangan. Tak jarang, presiden mengaku tidak tahu sudah menandatangani suatu aturan.

    “Dengan hak angket itu kita menjadi tahu siapa sih yang menginisiasi perpres ini, apakah Menkonya, apakah Menaker, apakah Menlu atau Menkeu,” ujarnya  dalam diskusi publik bertajuk ‘Menolak Perpres 20/2018 tentang Pengunaan TKA’ di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (17/4).

    Perpres itu, kata Andriyanto, akan semakin mempersempit peluang kerja tanaga kerja lokal. Menurut Andriyanto, tanpa kedatangan TKA saja banyak warga yang belum mendapat pekerjaan, apalagi jika nanti TKA berdatangan masuk ke dalam negeri.

    “Sebelum ada perpres ini lapangan kerja sudah berkurang, tenaga kerja minim sekali yang bisa direkrut, eh tiba-tiba keluar perpres ini,” cetusnya.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here