Gerindra-PKS Dirikan Sekber, PDIP Sebut Sekber Merupakan Formalisasi Buzzer

0

PolitikToday – Partai Gerindra membentuk Sekretariat Bersama (Sekber) dengan PKS untuk pemenangan di Pilpres 2019. Sekber tersebut berlokasi di The Kemuning, Jl Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat.

Dalam undangan yang disebar terlihat tidak hanya Gerindra dan PKS, melainkan juga ada partai besutan Yusril Ihza Mahendra (PBB) dan Zulkifli Hasan (PAN).

Menanggapi hal itu, Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono mengkritik penggunaan logo PBB dalam Sekretariat Bersama Partai Gerindra dan PKS. Dia membantah PBB ikut bergabung dalam Sekretariat Bersama Partai Gerindra dan PKS.

“Pencantuman logo PBB dalam rumah sekretariat bersama tanpa konfirmasi ke saya selaku ketua bidang pemenangan Presiden dan tanpa ada surat ke sekretariat Jendral PBB,” kata Sukmo, Sabtu (28/4).

Menurutnya, PBB belum memutuskan akan berkoalisi dan mendukung siapa nantinya di Pilpres 2019. Semuanya itu, menurutnya akan dikaji pada Mukernas dan Musyawarah Dewan Partai (MDP) yang akan diadakan pada 5 Mei mendatang.

“Apakah akan memposisikan oposisi atau mendukung pak GT (Gatot Nurmantyo), netral atau yang lain,” ujar dia.

Sementara itu, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan partainya juga belum menentukan siapa capres maupun cawapres yang akan diusung. Kendati Waketum PAN Hanfi Rais hadir saat pembukaan Sekber Gerindra-PKS, menurutnya PAN belum memutuskan kepastian mengusung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai cawapres.

“Kan kita belum memutuskan dukungan capres. Masih harus melalui mekanisme Rakernas,” katanya (28/4).

Pandangan negatif tentang pendirian Sekber Gerindra-PKS datang dari PDIP. Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menilai sekber tersebut hanya bentuk formalisasi gerilya Gerindra-PKS di dunia maya, termasuk para buzzer.

“Dari bedah intelligent sosmed kan kelihatan trend tersebut. Elit ketiga partai itu yang konsisten memerankan influencers, lalu buzzers mereka juga kompak blasting semua umpan dari influencers itu hampir di semua isu,” sebut Eva.

Baca juga  Poros Baru Pada Pilpres 2019

“Jadi kalau kemudian bikin sekber, itu hanya formalisasi trends di sosmed,” lanjut anggota DPR itu.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here