Ini Bantahan Polisi atas Tudingan Hukum Telah Jadi Alat Politik dan Kekuasaan

0

PolitikToday – Sebelumnya, Fadli Zon menyebut hukum di Indonesia sekarang ini telah menjadi alat politik. Fadli bahkan juga menyebut hukum Indonesia telah menjadi kekuasaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membantah tudingan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang hukum di Indonesia menjadi alat politik. Tudingan tersebut disampaikan Fadli saat menghadiri sidang Ahmad Dhani untuk memberikan dukungan.

Argo memastikan polisi telah bertugas secara profesional.

“Polisi tugas secara profesional,” katanya, Senin (24/4/2018) malam.

Proses hukum terhadap Ahmad Dhani, kata Argo, dilakukan secara profesional di mana terdapat pelapor dan ada pemeriksaan terhadap Dhani. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi baru melimpahkan berkasnya ke kejaksaan dan dinyatakan lengkap oleh kejaksaan baru lah terjadi persidangan.

“Ya kan namanya sudah ada pelapornya ada, diperiksa sudah, jaksa sudah nyatakan lengkap kasus itu, ya kita kirim toh. Kejaksaan sudah sidang sekarang kita tunggu saja bagaimana hasil sidangnya,” ucapnya.

Ia mengatakan sebelumnya polisi telah merampungkan hasil penyidikan dan melimpahkannya ke kejaksaan. Ia meminta publik menunggu hasil persidangan apakah terbukti atau tidak.

“Kita tunggu saja sidangnya, nanti terbukti apa tidak,” ujarnya.

Sebelumnya, Fadli Zon menyebut hukum di Indonesia sekarang ini telah menjadi alat politik. Fadli bahkan juga menyebut hukum Indonesia telah menjadi kekuasaan.

“Hukum itu sekarang itu hanya dipakai untuk menjadi alat politik, alat kekuasaan. Ini saya kira message yang harus diketahui oleh seluruh masyarakat, gitu,” ujar Fadli usai menghadiri persidangan terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani di PN Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

Fadli menilai banyaknya kasus ujaran kebencian dan pelanggaran hukum yang dilaporkan pihaknya, tapi tidak diproses oleh kepolisian.

Baca juga  Kapolda Sultra Sebut Pernyataannya Terkait TKA China untuk Meredam Situasi, Fadli Zon: Ini Jelas Sebuah Skandal

“Kasus-kasus yang kita laporkan itu banyak sekali yang melakukan penghujatan dan pelanggaran hukum itu yang tidak diproses,” kata Fadli.

Ia pun menilai, kasus-kasus ujaran kebencian seperti kasus kader Gerindra Ahmad Dhani merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menakut-nakuti masyarakat. Tujuannya, agar rakyat takut menyampaikan kritikan kepada pemerintah.

“Ini hak masyarakat untuk menyampaikan pikiran dalam bentuk lisan tulisan apalagi sekarang melalui sosial media. Yang paling pentingkan bertanggung jawab. Dan saya kira dengan nalar yang sehat saja. Apa yang disampaikan Ahmad Dhani itu saya kira masih di dalam batas-batas koridor yang tidak melanggar hukum gitu ya,” tutur Fadli.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here