Jokowi Buka Peluang Gandeng JK, Prabowo, Hingga AHY

0

PolitikToday – Dalam acara Mata Najwa Eksklusif : Kartu Politik Jokowi yang ditayangkan Trans7, Rabu (25/4) malam, Jokowi mengaku Jusuf Kalla (JK) adalah sosok yang terbaik untuk cawapres. Oleh sebab itu, ia akan senang hati menggandeng kembali JK jika tidak terganjal konstitusi.

“Kenapa tidak, kalau memang undang-undang, konstitusi membolehkan kenapa tidak. Beliau termasuk yang terbaik, pak JK. Ya, Beliau menurut saya yang terbaik,” tegas Jokowi.

Selain nama JK, Jokowi juga tidak menutup peluang untuk bisa menggandeng Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto untuk mendapinginya di Pilpres 2019 mendatang.

“Ya kan boleh-boleh saja ada ide menuju ke sana. Dalam rangka kebaikan negara ke depan, kenapa tidak (gandeng Prabowo). Kalau saya membuka semua opsi yang ada,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, semua opsi tentang calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pilpres 2019 kedepan, saat ini masih terbuka lebar bagi siapa saja.

“Semua opsi masih terbuka sekarang. Kenapa tidak?” tukas Jokowi.

Jokowi menilai, dalam iklim politik dan demokrasi saat ini semuanya bisa terjadi. Oleh sebab itu, menurutnya peluang tersebut harus dibuka selebar-lebarnya.

“Ya yang namanya politik itu segalanya mungkin, segalanya dimungkinkan. jangan sekali-kali menutup opsi-opsi.” Kata Jokowi.

Berdasarkan survei terakhir Litbang Kompas, Prabowo menjadi tokoh kedua yang paling banyak dipilih responden sebagai cawapres Jokowi setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla. Prabowo menduduki peringkat kedua dengan elektabilitas 8,8 persen untuk menjadi cawapres Jokowi.

Selain dua nama tersebut, Najwa juga menampilkan lima gambar prediksi calon wakil presiden Jokowi di Pilpres 2019. Diantaranya ada foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Muhaimin Iskandar, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, dan Romahurmuziy.

Semua foto itu, Jokowi menilai mereka sebagai yang terbaik dan cocok menjadi cawapres di Pilpres 2019.

Baca juga  Jokowi Buka Opsi Gandeng Prabowo Jadi Cawapresnya

Dalam survei Polcomm sebelumnya, nama AHY dan Gatot Nurmantyo bersaing ketat. Elektabilitas AHY mencapai 24,08 persen sebagai cawapres Jokowi. Sedangkan Gatot, memperoleh elektabilitas sebesar 18,92 persen sebagai cawapres Jokowi.

Menanggapi pernyataan Jokowi membuka peluang untuk menggandeng Prabowo, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyatakan wacana duet tersebut tidak cocok.

“Enggak cocoklah, platformnya berbeda‎, cara pak Jokowi seperti sekarang dengan Prabowo kan orientasinya berbeda,” kata Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (25/4).

(bs)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here