Komisi VI Akan Panggil Rini dan Sofyan Basir

0

PolitikToday – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyatrt Daerah direncanakan akan segera memanggil dan meminta klarifikasi atas dugaan keterlibatan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam percakapan via telpon yang saat ini tengah beredar luas di masyarakat. Sebagaimana diketahui, sejak Rabu lalu, di media sosial, rekaman suara percakapan yang diduga melibatkan dua orang tersebut menjadi viral dan pembahasan di dunia maya.

Dikatakan Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah pihaknya alam segera meminta klarifikasi Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir terkait isi pembicaraan yang diduga dilakukan keduanya. Menurut Nasrullah, pemanggilan keduanya akan dilakukan untuk mengklarifikasi kebenaran informasi yang selama ini beredar.

“Setelah reses Komisi VI akan memanggil Dirut PLN dan Menteri BUMN untuk meminta klarifikasi rekaman tersebut,” kata Inas di Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Ia menjelaskan, klarifikasi atas rekaman yang dimaksud adalah pembicaraan melalui telepon yang diduga sebagai suara Rini dan Sofyan. Keduanya, dalam pembicaraan telpon tersebut membicarakan pembagian fee proyek Pertamina dan PLN.

Selain itu, ada juga pembicaraan yang menyebut nama Ari. Belum ada klarifikasi dari Rini dan Sofyan, termasuk dari pejabat di BUMN tersebut.

Nasrullah menambahkan, jika hanya meminta keterangan kepada Direksi PLN dan Pertamina, maka DPR akan memgalami kesulitan untuk mendapat penjelasan terkait masalah tersebut. Oleh sebab itu, lanjutnya, Komisi VI memilih langsung memanggil Rini dan Sofyan dalam waktu dekat agar persoalan tersebut tidak berlarut larut dan melebar kemana mana.

“Tidak akan ada yang berani mengeluh, karena mengeluh berarti dipecat,” ucap anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura tersebut.

Menurut dia, BBM premium langka lebih disebabkan naiknya harga minyak dunia secara signifikan yang menyebabkan naiknya harga MOPS RON 92.

Baca juga  Isu Bagi-bagi Jabatan di BUMN, Begini Kata Erick Thohir..

Ia juga mensinyalir, penggantian mendadak Dirut Pertamina yang baru saja dilakukan oleh Meneg BUMN bukan dilakukan atas dasar penilaian kinerja yang bersangkutan, namun lebih pada subyekyifitas belaka.

“Pencopotan Manik lebih disebabkan oleh like and dislike Mentri BUMN, Rini Soemarno Manik yang dia nilai tidak patuh dan nurut kepada kehendak menteri untuk mengubah nomenklatur direktorat di Pertamina yang tidak melibatkan jajaran direksi Pertamina serta perubahan nomenklatur tersebut tidak melalui kajian yang sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here