Korut dan Korsel Jajaki Perdamaian, Prediksi SBY Jadi Kenyataan

0

PolitikToday – Prediksi Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tentang kemungkinan terwujudnya perdamaian di Semenanjung Korea, tampaknya akan menjadi kenyataan. Pasalnya, dua negara yang bertikai, Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel), bakal segera menggelar pertemuan guna mewujudkan harapan damai tersebut.

Pada 2 April lalu, ketua umum Partai Demokrat itu menulis di akun Twitter resminya, @SBYudhoyono, bahwa ada peluang Korut dan Korsel untuk bersatu. Sebab, tanda-tanda ke arah sana mulai terlihat.

“Ketika masih banyak peperangan & perpecahan di dunia, ada tanda-tanda sejarah bakal datangnya perdamaian di Semenanjung Korea *SBY*,” tulis SBY, Senin (2/4/2018).

Dalam Tour de Jawa Partai Demokrat, SBY menjelaskan apa ia yang maksud dengan tanda-tanda tersebut. Di hadapan ratusan pemuda, olahragawan dan seniman Pemalang, SBY mengatakan ada dua tanda yang mengisyaratkan jalan menuju perdamaian.

“Beberapa waktu lalu, dalam pertandingan olahraga yang bernama Olympiade Musim Dingin, tim Korea Utara dan tim Korea Selatan main bersama-sama. Bayangkan, dua negara yang sedang berhadap-hadapan, siap perang nuklir, bisa bersatu dalam olahraga,” papar SBY.

Tak berselang lama, kata dia, Pemimpin Korut, Kim Jong-un, menyaksikan pergelaran musik K-Pop, yang dinyanyikan grup band asal Korsel. “Lagi-lagi, seni dan budaya bisa mencairkan suasana, mendamaikan kedua negara,” terangnya.

SBY mengungkapkan bahwa ia mendengar bakal diselenggarana pertemuan tingkat tinggi antara Kim Jong-un dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Jika itu terjadi dunia bersyukur, karena selama ini, Asia dan dunia cemas akan kemungkinan terjadinya perang nuklir. Itulah kekuatan olahraga dan seni. Dua hal yang bisa menyatukan dunia, mendamaikan kita semua,” sebut SBY.

Baca juga  Kembali ke Jatim, SBY Serap Aspirasi Warga Pantura, AHY Sambang Arek

Prediksi dan harapan SBY itu berpeluang besar akan terjadi. Dua negara yang bertikai segera menggelar KTT untuk menjajaki kemungkinan damai. Bahkan, kedua pimpinan negara itu berencana menanam pohon bersama sebagai lambang keinginan untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran.

Dilansir dari kantor berita Korsel Yonhap, Kepala Staf Kepresidenan Korsel Im Jong-seok mengatakan prosesi penanaman pohon bersama akan dilakukan seusai pembicaraan puncak KTT. “Moon dan Kim berencana menanam pohon pinus di garis demarkasi militer yang memisahkan kedua Korea,” ungkapnya pada Kamis (26/4/2018).

Adapun lokasi penanaman pohon akan berada di dekat jalan yang dibangun oleh pendiri Hyundai Group Chung Ju-yung pada akhir 1990-an. Kala itu, Chung Ju-yung memimpin rombongan truk-truk pengangkut sapi ke Korut sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi kedua negara.

Tanah yang digunakan untuk mengubur pohon yang ditanam Kim dan Moon akan berasal dari kedua negara. Tanah diambil dari Gunung Halla di Korsel dan Gunung Baekdu di Korut. Kim akan menyiram pohon yang telah ditanam dengan air yang berasal dari Sungai Han di Korsel dan Moon menyiramnya menggunakan air dari Sungai Daedong di Korut.

Di dekat pohon yang baru saja ditanam itu akan diletakkan sebuah batu dengan ukiran nama kedua kepala negara. Di batu tersebut juga akan ditulis “Tanamlah kedamaian dan kemakmuran”.

KTT Korut-Korsel nantinya akan membahas tentang denuklrisasi di Semenanjung Korea dan tentang perjanjian damai antara kedua negara.
(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here