Novanto Divonis 15 Tahun dan Wajib Kembalikan 7,3 Juta Dolar AS

0

PolitikToday – Setelah melalui proses penyidikan dan peradilan yang panjang akhirnya Mantan Ketum Partai Golkar, Setya Novanto divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara serta diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Hukuman itu disebutkan lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut Setnov dengan penjara enam belas tahun dan denda satu milyar.

Setya Novanto sendiri, usai pembacaan putusan, kepada majelis hakim langsung menyatakan akan pikir pikir dulu atas vonis yang dijatuhkan kepadanya.

“Saya akan pikir-pikir dahulu,” kata Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa.

Dalam putusannya majelis hakim memerintahkan Setnov untuk mengembalikan uang yang diduga diterimanya dalam kasus e-KTP sebesar 7,3 juta dolar AS.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim juga menyebutkan besaran uang pengganti yang harus dibayarkan Setnov disamakan dengan kurs rupiah terhadap dollar terbaru yang diperkirakan mencapai 101 miliar rupiah. Namun, jika Setnov tak mampu membayar uang pengganti itu, disebutkan oleh Ketua Majelis Hakim, Yanto, harta benda Setya akan disita untuk memenuhi hukuman itu. Yanto berkata, kalaupun harta Setya tidak cukup, mantan Ketua DPR itu harus menjalani pidana penjara tambahan selama dua tahun.

Sementara itu, menanggapi vonis tersebut, Jaksa Penuntut Umum KPK juga menyatakan akan pikir pikir terlebih dahulu atas vonis yang dijatuhkan.

Disebutkan Hakim Yanto, sesuai dengan ketentuan hukum, pasca pembacaan vonis, terdakwa memiliki satu pekan untuk mengajukan banding. Hakim Yanto memaparkan, jika dalam sepekan tak ada banding yang diajukan, putusan ini langsung berkekuatan tetap.

Sebelumnya, dalam kasus yang sama, Pengadilan Tipikor juga telah menjatuhkan vonis bersalah pada dua eks pejabat Kementerian Dalam Negeri, yaitu Irman dan Sugiharto.Pengusaha Andi Narogong juga dijatuhi hukuman penjara karena dinyatakan terlibat patgulipat proyek e-KTP.

Baca juga  Mungkinkah Setnov Kembali Diganti?

Mantan ketua umum Golkar ini dianggap memiliki pengaruh untuk meloloskan jumlah anggaran KTP Elektronik ketika dibahas di Komisi II DPR RI pada 2011-2012.

Dalam pembelaannya di sidang terdahulu (13/4), baik pembelaan pribadi maupun pembelaan hukum dari tim pengacara, ia menyatakan diri tidak bersalah, dan membantah semua dakwaan.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here