Pengamat: Kemungkinan Capres Alternatif Berasal dari Partai Demokrat

0

PolitikToday – Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Adi Prayitno mengajak publik untuk tidak memosisikan kepemimpinan nasional ke depan hanya berkutat pada Jokowi atau Prabowo.

Dia menilai menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gatot Nurmantyo, hingga Anies Baswedan memiliki peluang untuk menjadi capres alternatif.

“Sebenarnya banyak alternatif capres yang bisa dibaca, bukan hanya Jokowi dan Prabowo yang harus ‘bermain’,” ungkap direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia tersebut, Kamis (26/4/2018).

Adi menilai dari sejumlah parpol yang sudah lolos verifikasi Pilpres 2019, sebenarnya bisa dibuat menjadi empat poros. Masalahnya, tidak ada kandidat lain yang berani muncul maupun didorong untuk maju.

“Bahkan, masih saja ada upaya untuk mengawinkan Jokowi dengan Prabowo,” ucapnya.

Adi membaca sejauh ini kemungkinan adanya capres alternatif berasal dari Partai Demokrat. Partai dengan nakhoda Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini bisa saja menggandeng PKB dan PAN. Ketiga parpol ini diketahui belum menentukan sikap politik untuk Pilpres 2019. Salah satu nama capres yang mungkin muncul dari koalisi ini adalah AHY.

Sebelumnya Lembaga Political Communication Institute (Polcomm Institute) melakukan survei terhadap tokoh yang dianggap cocok menjadi calon presiden dari koalisi poros ketiga. Hasilnya, Agus Harimurti Yudhoyono paling banyak dipilih responden.

“Survei Polcomm juga bertanya apakah poros ketiga akan terbentuk. Hasilnya, 30,45 persen responden menjawab terbentuk, 20,19 persen tidak yakin, dan 49,36 persen menjawab tidak tahu,” ujar Direktur Polcomm Institute Heri Budianto dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Dari hasil survei, sebanyak 21,00 persen responden memilih AHY yang cocok diusung sebagai calon presiden. Sementara 15, 33 persen memilih Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang cocok sebagai capres.

Baca juga  SBY Lantik Demokrat Banten, AHY Beri Suntikan Semangat

Kemudian, sebanyak 12,33 persen responden memilih mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang cocok jadi capres. Selanjutnya, di posisi keempat ada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang dipilih oleh 10,25 persen responden.

Sementara itu, sebanyak 9,42 persen responden memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka pada 18 Maret hingga 21 Maret 2018. Adapun tingkat kepercayaan dalam survei ini sebesar 95 persen. Kemudian, tingkat kesalahan atau margin of error sebesar 2,83 persen.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here