Tolak Perpres Nomor 20 Tahun 2018, KSPI Kerahkan 1 Juta Buruh di Hari “May Day”

0

PolitikToday – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang akan berlangsung pada 1 Mei yang akan datang, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi menuntut agar pemerintah segera mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing dan menolak kehadiran TKA buruh kasar dari China.

Disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal, KSPI akan mengerahkan masa untuk menggelar aksi menolak Perpres tersebut pada 1 Mei mendatang.

“Hampir 1 juta buruh di seluruh Indonesia akan mengadakan aksi dengan salah satu isunya adalah tolak TKA buruh kasar dari Cina dan cabut Perpres Nomor 20 Tahun 2018,” kata Presiden KSPI Said Iqbal.

Ia menyebutkan kehadiran TKA buruh kasar dari Cina ke Indonesia telah tidak sesuai dengan tujuan pemerintah mengundang investasi masuk ke Indonesia. Sejatinya, lanjut Iqbal, investasi dari negara manapun termasuk Cina, harus bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi rakyat Indonesia. Namun, tambahnya, investor yang masuk berpotensi tidak memberikan manfaat untuk pekerja lokal, apabila pekerja lokal tidak bisa bekerja di pabrik atau perusahaan dari Cina tersebut.

“Hal itu bisa saja terjadi, kalau lapangan kerja baru tersebut diisi oleh TKA buruh kasar dari Cina,” lanjut Iqbal.

Sebelumnya diketahui, Pengacara Yusril Ihza Mahendra menyebutkan ia telah ditunjuk oleh KSPI untuk membantu lembaga tersebut sebagai kuasa hukum guna mengajukan uji materil terhadap Perpres yang baru saja ditanda tangani oleh Jokowi.

“KSPI dengan advokasi Prof Yusril Ihza Mahendra sedang mempersiapkan judicial review ke MA terhadap Perpres Nomor 20 rahun 2018 tentang TKA tersebut,” kata Said.

(gg)

Baca juga  Pemerintah Berencana Impor Tenaga Pengajar Asing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here