Wakil Ketua DPR: Dana Cair Kalau Gedung DPR Sudah Ambruk

0

PolitikToday – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempertanyakan anggaran untuk pembangunan gedung baru DPR Rp 601 miliar tak kunjung cair. Fahri bahkan berpikir gedung Nusantara I DPR ambruk dulu, baru dana itu akan dicairkan.

“Bagus sampai jatuh gedung itu, banyak korban. Mungkin itu nanti (baru dibangun gedung baru),” kata Fahri di kompleks DPR, Senayan, Kamis, (19/4/2018).

“Nggak mau kita kalau belum ada korbannya. Mungkin kalau sudah jatuh korban. Begitu tadi gedung jatuh, kayak liftnya…. Kalau lift itu udah jatuh tiap hari loh, dari 560 anggota itu tidak ada satupun anggota yang nggak pernah kejebak dalam lift. Coba Anda tanya aja itu,” imbuh Fahri.

Fahri menuding ada alasan di balik sikap pemerintah tak mencairkan dana gedung baru. Menurutnya, hal ini terkait citra DPR. Fahri juga mencurigai dana itu dilarikan ke acara pertemuan tahunan IMF-World Bank pada Oktober 2018 mendatang di Bali.

“Katanya uangnya kepakai untuk pesta IMF di Bali. Saya denger gitu,” tudingnya.

Meski begitu, Fahri mengaku tidak punya buktinya.

“Ya buktinya kita nggak dikasih. Kita kena fitnahnya udah berkali-kali, buktinya uangnya nggak ada, tiba-tiba keluar untuk IMF di Bali Rp 1 triliun, for nothing gitu loh,” sebut dia.

Fahri heran mengapa DPR sulit sekali membangun gedung baru. Padahal menurutnya, gedung baru DPR untuk kepentingan bangsa ke depan. Bila jadi dibangun, gedung baru DPR itu akan ditempati anggota-anggota dewan periode berikutnya, bukan periode saat ini.

“Tapi kita ini mau bikin rumah rakyat Indonesia, bukan untuk kita (DPR), karena gedung itu belum jadi, kita sudah tidak ada di sini. Untuk rakyat Indonesia, untuk bangsa Indonesia, untuk masa depan demokrasi kita, nggak dibangun!” protes Fahri.

Baca juga  Covid-19, Fahri Hamzah: Pak Jokowi, Bebaskan Menkes Era SBY ‘Siti Fadhilah’

Kecurigaan Fahri terhadap acara IMF berlanjut soal penundaan pencairan gedung baru DPR itu. Dia menuding, pemerintah RI bela-bela mengeluarkan uang Rp 1 T untuk perhelatan itu agar bisa diberi utang lagi.

“Ya itu dia (acara IMF agar mungkin bisa diberi utang lagi oleh asing, red). Memang kita ini kan nggak menghargai bangsa sendiri, nggak menghargai demokrasi, gitu,” papar Fahri.

Dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2019, DPR mengajukan anggaran Rp 7,7 triliun. Rp 640 miliar diperuntukkan pembangunan gedung baru tahap dua. Jika duit itu tak kunjung dicairkan, DPR pasrah saja.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here