Yusril Perang Twitt Dengan Menaker Soal Tenaga Kerja Asing

0

PolitikToday – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengkritik keras kebijakan pemerintah yang melegalkan kemudahan bagi tenaga kerja asing (TKA) untuk bekerja di Indonesia. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Yusril menilai langkah pemerintah tersebut lebih tunduk kepada kepentingan investasi China daripada kepentingan rakyatnya.

“Pemerintah selalu saja berdalih ada jutaan TKI di luar negeri, negara lain tidak protes, kok kita protes membanjirnya TKA ke sini. Mereka tidak protes karena mereka butuh TKI kita. Kita protes karena kita tidak butuh TKA. Di sini masih banyak yang miskin dan nganggur, untuk apa TKA?” ujar Yusril melalui akun Twitternya @Yusrilihza_Mhd, 25 April 2018.

Pernyataan mantan Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Kehakiman dan HAM ini ditanggapi langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri.

Hanif mempertanyakan pernyataan Yusril yang menyinggung kebijakan pemerintah saat ini tentang TKA. Ia juga mempertanyakan terkait TKA pada masa Yusril menjabat menteri, namun Yusril saat itu diam saja.

“Maaf bang, apa saat abang menteri gak ada TKA di Indonesia? Kalau ada, apa abang protes?” kata Menaker melalui akun twitternya @hanifdhakiri.

Yusril membalas pertanyaan yang dilempar Hanif dengan telak. Ia mengatakan pada masa kepemimpinan sebelumnya pemerintah membolehkan pengguanaan tenaga asing sekaligus membatasi hanya pada level tertentu yang belum bisa dilakukan tenaga kerja lokal.

Yusril pun menyinggung, bahwa pada pemerintahan sebelumnya tidak jorjoran mengizinkan TKA yang mempunyai skill rendah untuk masuk ke Indonesia.

“Ada, tapi kami batasi hanya pada level manajemen dan tenaga skill yang belum bisa dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia. Kami tidak jor2an izinkan buruh kasar masuk ke sini, terutama dari Tiongkok seperti ketika anda jadi menteri,” jawab Yusril.

Baca juga  Yusril Tak Berkecil Hati Partainya Belum Masuk Kabinet Jokowi

 

Senada dengan Yusril, Mantan Sekretaris Menteri Negara BUMN, Muhammad Said Didu juga mengatakan kondisi Indonesia berbeda dengan kondisi negara lain yang membutuhkan TKI.

 

“Beda TKI di luar negeri dan TKA yang masuk sehingga ribut : 1) mereka butuh TKI vs kita banyak pengangguran, 2) TKI mengisi kekurangan tenaga kerja vs TKA merebut lapangan kerja kita, 3) TKI hasilkan devisa vs TKA sedot devisa, 4) TKI untuk bantu kelola SDA vs TKA datang bersama modal kuasai SDA kita,” kata Said Didu dalam akun Twitter @saididu.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here