34 Jiwa Meninggal Akibat Teror Bom Dua Hari di Surabaya dan Sidoarjo

    0

    PolitikToday – Aksi teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, selama dua hari terakhir mengakibatkan 34 orang meninggal. Dari jumlah itu, 21 orang di antaranya adalah masyarakat, sisanya pelaku teror.

    “Saya ingin update jumlah korban secara menyeluruh, khususnya di Surabaya dan Sidoarjo hingga hari ini. Total ada 21 orang masyarakat meninggal pagi ini di Surabaya. Kemudian 13 pelaku tewas,” ujar Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (14/5/2018). 

    Selain itu, terkait pelaku pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo, Mahcfud mengatakan semuanya merupakan keluarga. “Perlu saya sampaikan kejadian (pengeboman) yang di Sidoarjo dan Surabaya semuanya satu keluarga,” jelas Machfud. 

    Pengeboman pertama terjadi pada Minggu (13/5/2018) pukul 07.13 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya. Menyusul kemudian ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno serta Gereja Kristen Indonesia Diponegoro 146 di Jalan Raya Diponegoro. Tiga lokasi itu berada di Surabaya.

    Pada malam harinya, sekitar pukul 21.20 WIB, ledakan bom lain terjadi di sebuah rusunawa di kawasan Wonocolo, Sidoarjo. Dalam peristiwa itu, 3 terduga pelaku teror tewas, yaitu terduga pelaku teroris bernama Anton (47) beserta istrinya, Puspita Sari (47), dan anak pertamanya, LAR (17).

    Kemudian pada Senin (14/5/2018) pukul 08.50 WIB bom kembali meledak di depan Polrestabes Surabaya. Polisi memastikan 4 pelaku pengeboman Mapolrestabes Surabaya tewas. Pelaku mendatangi Mapolrestabes dengan mengendarai 2 sepeda motor.

    “Tetapi identitas masih kita lakukan identifikasi mencocokkan semua data-data itu,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Magera di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018).
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here