Begini Kronologi Kasus Penipuan yang Dilakukan Pelapor Ketua DPP Demokrat

    0

    PolitikToday – Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mengaku heran dengan sikap Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian, yang melaporkan dirinya ke polisi dengan dalih pencemaran nama baik. Padahal, menurut Jansen, apa yang ia sampaikan dirujuk dari situs resmi Kejaksaan Agung RI.

    “Informasi dari situs resmi inilah yang dijadikan cuitan di Twitter. Jadi, agak aneh juga jika menyebarkan informasi resmi dari lembaga pemerintah dianggap melanggar UU ITE dan melakukan pencemaran nama baik. Agaknya Jack Boyd Lapian mesti belajar lebih banyak lagi soal hukum,” kata Jansen.

    Sebelumnya, Jack melaporkan cuitan Jansen di Twitter melalui akun @jansep_sp. Di akun tersebut Jansen menulis, “Kpd Yth: @KejaksaanRI Berdasar informasi resmi di website anda. Bisakah Kejagung RI memberikan identitas lengkap Jack Boyd Lapian yang didakwa Jaksa melakukan PENIPUAN/PENGGELAPAN di perkara PRINT-1026/0.1.14/Ep.1/08/2011 ini. Karena ada KESAMAAN NAMA dng pelapor di perkara kami.”

    “Ini pencemaran nama baik. (Kasus) itu sudah inkrah dan memang ada di website-nya Kejaksaan Agung, cuma di sini Saudara Jansen menyebarkan,” ujar Jack usai melaporkan Jansen di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018).

    Kronologi Kasus

    Berdasarkan penelusuran PolitikToday di situs resmi Kejaksaan Agung RI, Jack ternyata memang pernah tersangkut dalam kasus penipuan. Peristiwa itu terjadi pada 2010 silam dan Jack diputus bersalah sehingga dipidana penjara selama dua bulan kurungan.

    Kasus itu bermula saat Jack menawarkan jasa event organizer Indoclubbers.com miliknya kepada Al Permata Sanny untuk iven ulang tahun anaknya. Jack lantas mematok harga Rp23 juta untuk paket makanan, DJ, MC, foto dan vdeo serta grafik desaign.

    Harga tersebut disetujui dan Al menyerahkan tanda jadi hingga Rp16 juta. Tapi setelah itu, Jack kembali meminta uang karena ia beralasan anggaran pesta membengkak hingga Rp36 juta.

    Awalnya Al masih tetap menyanggupi, namun kemudian Jack berdalih ada biaya tambahan lagi. Lalu ia meminta korban harus kembali mengirim sejumlah uang. Korban menolak karena itu sudah di luar kesepakatan. Jack tetap ngotot dan memboikot acara ulang tahun tersebut.

    Di persidangan terbukti bahwa uang dari korban itu hanya digunakan Jack untuk keperluan pribadinya sendiri. Seperti membayar tunggakan gaji karyawan, biaya operasional situsnya, membeli dua unit ponsel, hingga untuk membeli hadiah ulang tahun anaknya.

    Akibat perbuatan itu, Jack dipidana penjara selama dua bulan dengan masa percobaan empat bulan. Ia pun diwajibkan mengembalikan semua uang hasil penipuannya itu kepada korbannya.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here