Dilaporkan Pustaka Institute, Menteri Rini Balik Laporkan Penyebar Rekamannya

    0

    PolitikToday – Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengkonfirmasi bahwa pihaknya sudah menerima laporan Menteri BUMN Rini Soemarno atas kasus tersebarnya rekaman percakapan dirinya dengan Dirut PLN Sofyan Basir.

    “Sudah ada (laporannya). Pengacaranya (yang melapor),” ujar Ari, Rabu (2/5/2018).

    Menurut Ari, laporan tersebut merupakan hal yang wajar. Ia memastikan, setelah ada laporan atas kasus rekaman tersebut, maka Bareskrim akan menindaklanjuti.

    Sebelumnya Pusat Kajian Kebijakan Publik (Pustaka Institute) melaporkan Rini ke Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin, (30/4/2018).

    “Kami melaporkan Rini dengan dugaan penyalahgunaan jabatan untuk memperkaya diri atau kelompok,” kata Muhammad Nur Fikri.

    Fikri mempersoalkan potongan percakapan telepon antara Rini dan Sofyan Basir, yang beredar di media sosial. Potongan percakapan itu membahas ihwal saham investasi PLN dan Pertamina. Dalam video itu, nama kakak Rini, Ari Soemarno, disebut-sebut. Sofyan juga mengatakan bertemu dengan Ari untuk membahas masalah pembagian saham itu.

    Menurut Fikri, pembicaraan Rini dengan Sofyan termasuk penyalahgunaan jabatan. Sebab, dalam pembagian saham, seharusnya ada mekanisme yang harus dilakukan, misalnya menggelar rapat umum pemegang saham. “Bukan seenaknya saja Rini meminta saham kepada direktur BUMN,” ujar Fikri.

    Namun Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro membantah rumor di balik rekaman percakapan itu. Dia menuding percakapan itu jadi masalah karena tidak ditampilkan secara utuh.

    “Soal kerja sama dengan swasta itu lumrah,” ucapnya.

    Adapun saham yang dibahas Sofyan dalam percakapannya terkait dengan rencana kerja sama antara perusahaan asing dan perusahaan swasta nasional.

    “Mereka menawarkan (saham) 7,5 persen. Kami minta 30 persen (untuk Pertamina dan PLN, red). Proyek itu belum jadi sampai sekarang, belum ada (kesepakatan),” tutur Sofyan.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here