Diperiksa Polisi, Ketua Panitia ‘Bagi-bagi Sembako’ Kena Demam Berdarah

    0

    PolitikToday– Ketua panitia acara Forum Untukmu Indonesia, Dave Revano Santosa, diperiksa polisi. Pemeriksaan itu terkait giat pembagian sembako di Monas, Gambir, Jakarta Pusat yang memakan korban jiawa. Dalam pemeriksaan itu, Dave membawa dokumen terkait  perizinan acara serta 4 saksi.

    Kuasa hukum Dave, Henry Indraguna menyebut, dia bersama kliennya datang ke Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa dalam kasus dua bocah yang tewas saat pembagian sembako di Monas. Sejatinya, kliennya saat ini sedang tak enak badan, dia terkena penyakit demam berdarah.

    “Sebetulnya Pak Dave ini masih sakit demam berdarah dan ini dipaksakan dari RS untuk menemui penyidik sebagai bentuk penghormatan proses hukum serta sebagai warga negara yang baik, juga taat hukum,” ujarnya, Senin (7/5/2018).

    Menurutnya, dalam pemeriksaan kali ini, pihaknya membawa barang bukti berupa surat perizinan keramaian pada polisi dan izin meminjam lokasi ke Pemprov DKI Jakarta.
    Selain dokumen, pihaknya juga membawa 4 saksi dalam pemeriksaan, meski dia tak merinci identitas saksi tersebut.

    “Dokumen perizinan (acara) yang nanti diminta penyidik, sesuai dengan Pergub 186 Pasal 6. Mudah-mudahan sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, panitia pembagian sembako memiliki lebih dari satu jenis pelanggaran saat mengadakan acara yang berujung maut pada Sabtu 28 April 2018 lalu.

    “Bukan saja Pergub, tapi melanggar begitu banyak aturan dan ketentuan. Karena pembagian sembako itu tidak diperkenankan di Pergub,” kata Sandi di Balai Kota, Rabu (2/5/2018).

    Kedua, lanjut Sandi, peraturan tentang ketentraman dan ketertiban banyak sekali yang dilanggar. “Beberapa Perda sedang diinventaris Biro Hukum apa saja yang dilanggar. Tapi ini tugas kita memberikan sanksi. Kalau soal kehilangan nyawa dan sebagainya, tentunya wewenang ada di aparat,” ujarnya.

    Karena itu, Sandi akan meminta pertanggungjawaban terhadap penyelenggara atas berbagai pelanggaran.

    “Satu adalah mengganti kerugian. Kedua memastikan sarana prasarana kembali normal. Ketiga pencatutan logo Pemprov DKI harus ada permintaan maaf dari pihak penyelenggara,” tutur Sandi.

    Sandi juga meminta panitia untuk menanggung akibat dari kegiatan tersebut, termasuk urusan hukumnya.

    “Terakhir tentunya menanggung akibat dan berpartisipasi dalam satu masalah hukum yang diselesakan dengan aparat hukum. Dan dengan keluarga korban,” ucapnya.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here