Disebut ‘Beleguk’, PAN Bela Amien Rais soal Ujaran Indonesia Bangsa ‘Pekok’

    0

    PolitikToday – PAN Kembali pasang badan menangkis serangan terhadap Amien Rais yang gencar dilancarkan partai politik pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Serangan yang berawal dari ujaran mantan ketua MPR itu lantaran menyebut Indonesia bangsa ‘pekok’ (bodoh).

    “Pernyataan Pak Amien yang menyebut Indonesia sebagai bangsa ‘pekok’ tidak bermaksud untuk menghina bangsa sendiri, tapi semacam “wake up call” buat bangsa Indonesia supaya bangkit dari keterpurukan,” kata Anggota Komisi III DPR dari FPAN Daeng Muhammad, Jumat (11/5/2018).

    Karena menurutnya, Indonesia sebagai sebuah bangsa, memang belum berdaulat. Banyak aturan dan kebijakan saat ini yang dianggap pro asing dan merugikan rakyat.

    Ia mengatakan, ujaran Amien Rais itu seharusnya direspon dengan melakukan perbaikan terhadap regulasi yang dinilai kurang tepat. Seperti UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dan pengelolaan PT Freeport Indonesia.

    “UU itu kan bukan kitab suci, kalau dianggap sudah tidak sesuai dengan rasa keadilan rakyat apa salahnya kita ubah, dan tidak perlu dipersoalkan itu UU dibuat pada jaman siapa,” terang Daeng.

    Ia juga menyebut tidak ada kaitan pembuatan UU dengan posisi Amien Rais sebagai ketua MPR. “UU itu dibahas antara eksekutif dan legislatif,  kalau UU dikaitkan langsung  sama Pak Amien itu orang yang (bicara) tidak faham Hukum Tatanegara,” sindirnya.

    “Jangan-jangan mereka yang tidak suka dengan statement Pak Amien menikmati dari hegemoni penguasaan asing di negeri ini,” sindirnya.

    Daeng juga meyakini, apa yang disampaikan Amien Rais tidak asal bunyi dan tanpa data. Dirinya hanya ingin bangsa Indonesia lebih berkarakter dan berdaulat dalam mengelola kekayaan alam untuk kemakmuran rakyatnya secara utuh. 

    “Dan harusnya bangsa ini bersyukur masih ada Amien Rais yang  terus memupuk nasionalisme sebagai bangsa yang berdaulat di negeri sendiri,” pungkas Daeng.

    Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah membalas pernyataan bangsa ‘pekok’ tersebut dengan menyebut Amien ‘beleguk’, karena UU itu disahkan saat Amien menjabat Ketua MPR.

    “Ketika UU Migas No 22/2001 disusun dan disahkan dia ada di Senayan bukan? Kenapa diam? Jangan-jangan dia juga beleguk,” kata Inas kepada wartawan, Jumat (11/5/2018).

    Inas menyesalkan mengapa Amien melemparkan cacian kepada bangsa sendiri. Ia menuding Amien merupakan orang asing yang hanya menumpang tinggal di Indonesia.

    “Semakin jelaskan kecomberannya Amien Rais! Bangsanya sendiri dihina! Dicaci maki! Karena memang dasarnya dia bukan pribumi Indonesia, melainkan orang Pakistan yang numpang hidup di Indonesia,” kata anggota DPR yang duduk di Komisi VI itu. 

    Sebelumnya, Amien Rais yang merupakan Ketua Dewan Kehormatan PAN menyebut Indonesia adalah bangsa pekok lantaran penerapan UU Migas yang dinilainya pro-asing. 

    “Ini ada UU yang aneh dan ajaib. Bahwa gas alam di perut bumi Indonesia, itu boleh digunakan oleh bangsa sendiri setelah bangsa lain dicukupi kebutuhannya,” kata dia, Kamis (10/5/2018).

    Menurutnya, kebijakan tersebut aneh. Sebab, kebutuhan dalam negeri dikorbankan hanya demi memenuhi kebutuhan negara lain, seperti Tiongkok, Taiwan, dan Singapura. “Ini mesti bangsa pekok,” sindirnya.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here