DPR Desak Kemenag Redakan Konflik Ahmadiyah di NTB

    0

    PolitikToday – Komisi VIII DPR meminta Kementerian Agama untuk segera turun meredakan kekisruhan yang terjadi antara warga Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, NTB, dengan kelompok penganut Ahmadiyah.

    Pada Sabtu (19/5/2018) kemarin sekitar pukul 12.00 Wita, penganut Ahmadiyah diserang oleh sekelompok warga. Enam unit rumah rusak parah hingga rata dengan tanah. 

    Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Jemaah Ahmadiyah saat ini tengah dievakuasi ke Mapolres Selong Lotim.

    Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meminta Kemenag segera bertindak. Pasalnya, konflik di daerah tersebut sudah berlangsung sejak 1990.

    “Seharusnya Kementerian Agama di NTB harus lebih proaktif untuk melakukan mediasi dalam menyelesaikan konflik tersebut. Tidak semestinya kekerasan itu terjadi,” ujarnya, Senin (21/5/2018).

    “Apalagi potensi konflik itu nyata ada akibat perbedaan pemahaman ajaran agama dalam internal Islam sendiri,” imbuh Ace. 

    Buntut gesekan sejak 1990 itu, kelompok Ahmadiyah diserang pada Sabtu (19/5). Ace menyesalkan insiden tersebut. Menurut Ace, tak semestinya ada kekerasan dalam perbedaan. 

    Kekerasan dan penyerangan atas nama apa pun, kata Ace, merupakan tindakan yang melanggar hukum. 

    “Seharusnya di bulan Ramadan ini, kita, umat Islam, lebih banyak menebar kebaikan, kebajikan, dan kedamaian,” jelas Ace. 

    Selain menyesalkan, Ace menegaskan Kemenag setempat mesti turun tangan meredakan konflik. Menciptakan kedamaian antaragama, disebut Ace, merupakan salah satu fungsi Kemenag. 

    “Fungsi Kementerian Agama itu kan sebetulnya menciptakan kehidupan keagamaan yang lebih harmonis dan rukun,” tegasnya.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here