Dugaan Puan dan Pramono Terlibat Kasus KTP-el Gerus Elektabilitas PDIP

    0

    PolitikToday – PDI Perjuangan masih menempati urutan teratas dalam tingkat keterpilihan partai politik berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

    Meski begitu, elektabilitas parpol penguasa ini kian tergerus lantaran kasus korupsi yang melibatkan sejumlah kader, termasuk dugaan keterlibatan Puan Maharani dan Pramono Anung di skandal korupsi pengadaan KTP elektronik.

    “Isu Puan Maharani dan Pramono soal e-KTP menurunkan elektabilitas PDIP. Pada pemilih PDIP sebanyak 10,7 persen menyatakan tidak akan memilih PDIP karena kasus tersebut,” kata Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

    Namun meski begitu, PDIP masih berpeluang mengambil hati rakyat karena PDIP memiliki calon presiden yakni Joko Widodo yang saat ini merupakan capres yang suaranya tertinggi saat ini.

    “Asosiasi kuat PDIP dengan Jokowi, ini yang membuat PDIP bertahan di puncak klasmen walau tergerus oleh isu Puan dan Pramono soal isu e-KTP, ada 65 persen pemilih yang menyatakan bawah PDIP akan mencalonkan Jokowi,” ujar Ardian.

    Sebagian besar pemilih, menurut Ardian, sangat melihat dari sosok capres yang diusung sebuah partai. Adanya sosok capres menguatkan pemilih untuk menjatuhkan partai politik mana yang akan dipilih.

    “Terlihat 75,5 persen pemilih menyatakan yang bisa menaikan dan menurunkan dukungan terhadap partai adalah ada atau tidaknya capres kuat yang diusung partai,” ujarnya.

    Sebagai informasi, untuk survei ini, pengumpulan data dilakukan pada 28 April sampai 5 Mei 2018. Metode sampling yang digunakan adalah multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 responden dan margin of error +/- 2,9 persen. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan responden menggunakan kuisioner.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here