Gawat! ISIS Sudah Terbitkan Surat Kabar Berbahasa Indonesia

    0

    PolitikToday – Mabes Polri masih mendalami beredarnya buletin bertema paham radikal bernama ‘Al Fatihin’ yang disebut-sebut diterbitkan oleh Daulah Islamiyah atau Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

    “Sementara masih kami dalami semuanya,” ujar Kepala Bagian Penerangan Satuan Divisi Humas Polri, Kombes Pol Yusri Yunus, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2018).

    Yusri mengatakan pihaknya belum bisa berkomentar banyak soal hal tersebut untuk saat ini.

    Namun, bila penyelidikan telah selesai dilakukan, tentu akan ada informasi lanjutan dari Polri.

    “Nantinya akan kami informasikan hasilnya,” kata Yusri.

    Sebelumnya diberitakan, kelompok ekstremis ISIS ternyata telah menerbitkan media cetak berbahasa Indonesia atau Melayu untuk meningkatkan daya tarik bagi jihadis yang berasal dari kawasan Asia Tenggara.

    Surat kabar bernama Al-Fatihin yang dalam bahasa Arab berarti ‘Para Penakluk’ disebut diluncurkan sejak 20 Juni 2016 dengan slogan “Surat kabar untuk Migran Berbahasa Melayu di Negara Islam”.

    Media tersebut berisi kabar-kabar dari Suriah dan Irak serta seruan untuk melakukan kekerasan. Selain berbahasa Indonesia, media tersebut juga berbahasa Malaysia dan Filipina.

    Kepolisian Daerah Jawa Timur dilaporkan telah melacak surat kabar ISIS tersebut. Media itu disebarkan secara rahasia di internal kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang telah berafiliasi dengan ISIS. JAD oleh polisi dinyatakan terlibat dalam serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.

    Publikasi Al-Fatihin dengan bahasa-bahasa lokal di negara-negara Asia Tenggara ini diduga bertujuan untuk memikat anggota baru ISIS di Malaysia, Indonesia, Brunei, Singapura, Thailand selatan dan Filipina selatan.

    “Al-Fatihin menopang pesan-pesan (ISIS) yang menyerukan kepada kelompok-kelompok militan di Indonesia dan Filipina untuk bersatu dan bersumpah setia kepada Abu Bakr Al-Baghdadi,” tulis Jasminder Singh dan Muhammad Haziq Jani, analis terorisme di Nanyang Technological University, Singapura, dalam makalah penelitian mereka berjudul “Al-Fatihin: Islamic State’s First Malay-Language Newspaper“.

    “Tagline Al-Fatihin menggerakkan titik bahwa, tidak peduli perbedaan dan nuansa dalam bahasa, identitas dan asal-usul, jihadis Asia Tenggara memiliki logo yang umum dan dengan demikian, semua jihadis berbahasa Melayu harus bertindak sebagai satu kesatuan,” lanjut para analis tersebut, seperti dikutip TIME.

    Sementara di pojok kanan atas halaman pertama buletin, tertulis ‘Edisi 10’. Buletin berbahasa Indonesia ini membahas berita terkait keberhasilan kaumnya dalam melakukan aksi jihad dan pengeboman.

    Beberapa yang dibahas antaranya adalah aksi kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, serta bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.

    Adapun judul yang ditulis adalah ‘Junud Khilafah di Indonesia Melepaskan Belenggu Tawanan Mereka Sendiri & Membunuh 6 Densus 88’.

    Selebihnya ada tulisan-tulisan mengenai anjuran melakukan kekerasan dengan ganjaran pahala.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here