Ide Bisnis Kalajengking Jokowi Dipertanyakan Mardani Ali Sera

    0

    PolitikToday – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Murdani Ali Sera mempertanyakan ide bisnis kalajengking yang diutarakan Jokowi beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan Mardani di atas mobil komando pada acara Deklarasi Relawan Nasional #2019GantiPresiden siang ini, Minggu (6/5).

    Menurut Mardani, apa yang diusulkan Presiden Jokowi merupakan bentuk ketidakcerdasan seorang pemimpin.

    “Masyarakat disuruh ternak kalajengking. Apa itu cerdas,” tanya Mardani ke relawan saat acara Deklarasi #2019GantiPresiden, di pintu Monumen Nasional Patung Arjuna Wiwaha, Minggu (6/5)

    Kemudian relawan yang hadir spontan menjawab, “bodoh”.

    Dalam orasinya, Murdani juga menyatakan rakyat Indonesia sudah muak dengan pencitraan yang dilakukan oleh pemerintah berkuasa hari ini. Ia mengaku akan terus memberikan pendidikan politik agar masyarakat terbuka pandangannya akan politik.

    “Cukup sudah pencitraan dan pembohongan. Cukup sudah upaya membodohi masyarakat. Kami akan didik masyarakat,” kata Mardani.

    Mardani juga meyakinkan peserta aksi bahwa Deklarasi Relawan Nasional #2019GantiPresiden adalah sesuatu yang legal dan dijamin oleh undang-undang.

    “Konstitusi kita, memberikan tiap orang berhak untuk berkumpul dan berserikat. Setiap orang berhak menyatakan pendapat. Ini adalah hak dasar kita. Walaupun pemerintah berusaha membungkamnya dengan perppu ormas tapi kita akan melawannya,” tegas Mardani.

    Sebelumnya, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4), Jokowi menyinggung soal racun kalajengking yang merupakan komoditas berharga tinggi di pasaran. Yakni senilai US$ 10,5 juta atau Rp145 miliar per liter.

    Ia menyebut bahwa hal ini merupakan peluang bisnis bagi masyarakat.

    “Jadi kalau mau kaya, cari racun kalajengking,” ujar Jokowi, di hadapan para kepala daerah.

    Ide Jokowi tentang beternak kalajengking tersebut menuai reaksi yang beragam dari warganet. Akun twitter resmi Gerindra mengungkapkan bahwa pemerintah seharusnya memberikan solusi yang nyata di tengah persoalan ekonomi yang dihadapi masyrakat hari ini.

    “Cukup!! Cabai mahal, tanam sendiri. Daging mahal, makan keong sawah. Beras mahal, tawar. Cukup sudah bercandanya, kondisi perekonomian kita sedang tidak baik. Tolong berikan solusi itu yang baik dan benar. Ini Republik Indonesia, bukan Republik Dagelan,” cuit akun tersebut, Rabu (2/5).

    Sementara itu, pemilik akun @ridlwanjogja membela bahwa lontaran pernyataan soal bisnis racun kalajengking ini hanya merupakan intermezo dalam pidatonya.

    “Soal #kalajengking jadi bahan haters, padahal itu hanya intro ‘ice breaker’ pidato Presiden di acara MusrenBang nasional. Ada aja ya kalo namanya benci,” ujar dia.

    (bs)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here