Ini Tiga Alasan Megawati Mesti Nyapres Gantikan Jokowi

    0

    PolitikToday – Ketua Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya’roni menyarankan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri maju menjadi capres menggantikan petahana Jokowi dalam pilpres 2019 mendatang.

    Alasannya Jokowi dinilai gagal menjalankan tugasnya sebagai presiden. Apalagi sejumlah  survei menyebut kinerja rezim Jokowi anjlok di bidang ekonomi, politik, hukum, dan sosial.

    “Atas jebloknya suara ini maka ruang untuk Megawati tampil sendiri. Karena petugas partainya, Jokowi gagal mengemban tugas. Buktinya di survei ini semua jeblok,” kata Sya’roni di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

    Alasan kedua, dari segi politik, putri sulung proklamator Bung Karno itu masih menjabat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan.

    “Kemudian dari segi umur dia masih muda. Umurnya 71 tahun dibandingkan pak Mahatir jauh. Pak Mahatir (Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Muhammad, red) kan 92 tahun. Kalau Pak Mahatir bisa tampil sebagai PM. Maka Megawati pun bisa tampil sebagai Presiden Indonesia,” jelas Sya’ roni.

    Alasan ketiga, menurut Syahroni pencalonan Megawati sekaligus membuktikan bahwa dia tokoh bangsa yang besar karena terpilih sebagai presiden melalui ajang pilpres, bukan melalui sidang istimewa yang melengserkan Presiden RI Abdurahman Wahid ketika itu.

    “Jika dia menang dia betul-betul tokoh bangsa yang disenangi rakyat karena menang Pilpres. Kalau cuma presiden lewat sidang istimewa lain, kalau Pilpres baru (hebat, red),” pungkas.

    Sebelumnya beberapa survey telah merilis persepsi publik terkait kinerja ekonomi Jokowi. Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan dalam hasil temuan LSI Denny JA, Jokowi dinilai gagal dalam pengelolaan Ekonomi dan lapangan kerja.

    Menurut Adjie, dalam isu ekonomi sendiri ada 3 variabel yang memperlihatkan keresahan publik terhadap kondisi ekonomi selama dipimpin Jokowi.

    Pertama adalah pengangguran. Publik menilai makin meningkat sebanyak 48.4 persen. Lalu kebutuhan pokok yang publik melihatnya, semakin berat dengan persentase 52,6 persen. Serta lapangan pekerjaan, dianggap semakin berat dengan persentase penilaian 54 persen.

    Variabel terakhir, kata Adjie, makin diperparah dengan isu masuknya tenaga kerja asing. Adjie menilai, Jokowi apabila bisa mengelola tiga isu di atas, maka peluang maju dua periode terbuka lebar.

    “Jokowi akan semakin kuat jika 3 isu tersebut bisa dikelola dengan baik. Tetapi Jokowi akan melemah jika 3 isu tersebut diabaikan,” tandasnya.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here