Jokowi Disarankan Tiru Mahathir, Potong Gaji untuk Utang, Bukan Hamburkan Uang

    0

    PolitikToday – Direktur Center For Budget Analysis Uchok Sky Khadafi menyarankan Presiden Jokowi berkaca dari kepemimpinan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang memotong gaji para menteri untuk mencicil utang. Bukan malah menghamburkan uang sementara utang Negara sudah membengkak mencapai Rp 4.180 triliun.

    Seperti diketahui, pemerintah baru saja mengumumkan akan menggelontorkan dua tunjungan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13. Uchok menilai, tunjangan ini sebatas politik ingin berbaik hati pemerintahan Jokowi kepada para birokrat di tahun politik.

    “Padahal akibat politik berbaik hati ini, pemerintah harus mengeluarkan anggaran sebanyak Rp 35,7 triliun. Kalau pemerintah cerdas, anggaran sebesar itu, bisa untuk mencicil utang negara yang sudah sangat besar,” kata dia.

    Menurut Uchok, dasar dua tunjangan ini diberikan juga kurang tepat. Dalam hal ini, pemerintah menilai kinerja PNS sudah semakin baik, sementara berdasarkan temuan CBA kinerja PNS dari konteks penyerapan atau realisasi anggaran pada bulan April tidak semua kementerian baik atau tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    “Misalnya, Kementerian Sosial, dimana realisasi anggaran pada April 2018 hanya sebanyak 13.52 persen dari total APBN. Sedangkan realisasi anggaran pada April 2017 mencapai sebanyak 16.30 persen,” terangnya.

    Atas alasan itu, Uchok menilai bahwa dua tunjangan itu merupakan bagian dari politik ingin berbaik hati pemerintahan Jokowi kepada para birokrat. Sehingga, pemerintahan sekarang bisa dicitrakan sebagai pemerintahan yang peduli kepada PNS.

    Ia menyarankan, Pemerintahan Jokowi berkaca kepada negara Malaysia. Di bawah kepemimpinan Mahathir, Malaysia tidak menghamburkan anggaran untuk gaji pegawai. Mereka melihat bahwa utang Malaysia telah mencapai Rp 3.593 triliun, sehingga butuh penghematan anggaran.

    “Mereka melakukan pemotongan anggaran untuk seluruh menteri kabinet sebesar 10 persen,” tukasnya.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here