Kantor DPW PKS Didemo, Massa: Bubarkan Parpol Pendukung Teroris

    0

    PolitikToday – Puluhan orang yang menamakan diri Forum Komunitas Jateng Bersatu menggelar aksi di depan Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah, Semarang, Jumat (18/5/2018). Mereka mendesak partai politik itu agar dibubarkan karena dituding mendukung terorisme.

    Dalam aksi ini, massa juga membawa sejumlah spanduk serta poster bertulisan seruan terkait tragedi bom teroris di Surabaya dan beberapa daerah. Salah satu spanduk berukuran 3 x 1 meter sangat jelas bertuliskan ‘Ayo Jaga NKRI, Bubarkan Partai Pendukung Terorisme’.

    Aksi yang diikuti sejumlah forum aktivis dan mahasiswa ini menyerukan sejumlah tuntutan terkait peryataan petinggi PKS yang menyebut aksi teror Bom di Surabaya sebagai settingan dan mewaspadai dugaan politisasi isu.

    Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Aldi menyoroti aksi teror berantai yang terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air.

    “Hingga hari ini puluhan korban jiwa meninggal dan luka-luka. Aksi teror ini sangat tidak berprikemanusiaan sehingga sangat tidak dibenarkan dengan alasan apapun,” ujar Aldi.

    Masyarakat, kata dia, diharapkan untuk tetap tenang dan tidak takut serta sama-sama menghindari segala bentuk provokasi yang mengakibatkan perpecahan diantara sesama anak bangsa. 

    “Mari kita serahkan dan percaya kepada Pemerintah dan pihak Kepolisian RI untuk dapat menangani kondisi ini dengan baik,” ungkapnya.

    Dalam keaempatan ini, massa aksi menyerukan lima point tuntutan :

    1. Mendesak dan mengajak seluruh rakyat untuk menolak politik bertopeng agama dan faham radikalisme PKS yang menjadi pemicu lahirnya kejahatan terorisme.

    2. Pecat kader-kader PKS yang menganggap kasus teroris adalah rekayasa.

    3. Medesak PKS agar bubar atau Mengikuti Ideologi Pancasila sebagai Ideologi NKRI.

    4. Jangan jadikan Partai Politik untuk memecah belah bangsa.

    5. Mendesak Polri, BIN, Pemerintah dan seluruh elemen rakyat untuk melakukan pengawasan ketat pada seluruh kantor PKS di seluruh Indonesia, guna memantau dugaan keterlibatan PKS dalam aksi radikalis dan teroris.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here