Ketua MPR Desak Menteri Agama Minta Maaf

    0

    PolitikToday – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mendesak Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin untuk meminta maaf kepada publik pasca merilis daftar nama 200 penceramah dan mubaligh yang direkomendasikan. Menurut Zulhas, Kementerian Agama telah melakukan langkah keliru dan ngawur dengan melakukan langkah tersebut.

    “Itu (langkah kementrian agama) ngawur, Kementrian Agama harus minta maaf” ujar Zulkifli saat memberikan sambutannya di acara 20 tahun refleksi reformasi di Kompleks DPR/MPR, Senayan Jakarta, Senin (21/5/2018).

    Lebih jauh Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menyebut bahwa kebijakan Lukman Saefuddin berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan sosial ditengah masyarakat.

    Sebagaimana diketahui, beberapa hari sebelum memasuki bulan puasa pekan lalu, Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan daftar 200 nama mubaligh yang langsung menuai polemik di tengah masyarakat.

    Beberapa tokoh menyebut langkah Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin tersebut telah menyulut kontroversi yang bisa berujung masalah baru bagi pemerintahan Jokowi-JK.

    Tokoh Partai Persatuan Pembangunan dan juga Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Haji Lulung) mendesak Presiden Jokowi segera mengambil sikap demi menetralisir kegaduhan yang sudah terlanjur terjadi.

    Menurut Haji Lulung, Menter Lukman pantas dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Agama, karena, telah membuat kegaduhan, khususnya di kalangan ulama dan umat Islam.

    “Saya minta Presiden mencopot Menteri Agama. Karena kebijakannya merekomendasi ustadz-ustadz itu telah membuat tersinggung ribuan ulama dan ustadz dan juga para jamaahnya di penjuru Tanah Air,” kata Haji Lulung.

    Tokoh PPP asal Tanah Abang itu juga mengatakan dia tidak sependapat dengan langkah Menteri Agama yang merilis atau merekomendasikan 200 nama mubaligh tersebut.

    Ditambahkannya, dengan adanya list tersebut, ribuan mubaligh di luar nama-nama itu secara tidak langsung dikucilkan atau diabaikan eksistensinya oleh Lukman Hakim Saifudin.

    Lebih tegas lagi, Lulung menilai, Lukman telah menodai kesucian bulan Ramadhan dengan mengkotak-kotakkan ulama yang selama ini ikhlas mengabdikan dirinya kepada umat.

    “Presiden kan lagi merangkul ulama, tetapi yang namanya Menteri Agama kenapa memukul?. Ini artinya Menteri Agama ini sudah membuat gaduh dan menjatuhkan wibawa presiden. Karena hari baik bulan baik, seharusnya Menteri Agama lebih fokus kepada persoalan ibadah,” terang Haji Lulung.

    (gg)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here