Ki Enthus Meninggal Dunia, KPU Silahkan Parpol Cari Kandidat Pengganti

    0

    PolitikToday – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, mempersilahkan partai politik yang mengusung almarhum Enthus Susmono, dalang kondang yang merupakan calon petahana Bupati Tegal, untuk mencari kandidat pengganti.

    “Sesuai undang-undang nomor 10 tahun 2016 dan PKPU nomor 3 tahun 2017, jika 30 hari menjelang pemungutan salah satu calon berhalangan tetap (meninggal) maka parpol atau parpol gabungan bisa mengusung calon pengganti,” sebut Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo.

    Menurutnya, penunjukkan pengganti tidak harus seketika, tapi ada jangka waktunya, yakni 7 hari sejak meninggal dunia. Tapi jika parpol pengusung tidak menunjuk pengganti, maka otomatis calon wakilnya atau yang tidak berhalangan tetap akan gugur.

    Enthus merupakan pasangan calon Bupati Tegal nomor urut 3 berpasangan dengan Umi Azizah. Mereka diusung oleh PKB yang didukung Gerindra, PKS, PAN, dan Hanura.

    Serangan Jantung

    Budayawan yang akrab disapa Ki Enthus menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 19.15 WIB, di RSUD Dr Soeselo Slawi, Senin (14/5/2018). Tim dokter RSUD Dr Suselo menyatakan, itu meninggal dunia akibat serangan jantung.

    Sebelum meninggal, pria berusia 52 tahun itu sempat menggelar pentas wayang golek pada acara pelepasan siswa siswi SMP dan MA Al Ikhlas Desa Cerih Kecamatan Jatinegara. Ia juga rencananya akan menghadiri pengajian di Desa Argatawang.

    “Namun dalam perjalanan, Enthus mengeluh sakit dan nyeri pada bagian dada dan mual hingga tidak sadarkan diri,” terang Plt Bupati Tegal, Sinoeng Nugroho Rahmadi.

    Melihat kondisi ini, Enthus kemudian segera dilarikan ke Puskesmas Jatinegara. Tiba di puskesmas sekitar pukul 17.45 WIB dan ditangani tim medis yang dipimpin dr Ulinuha. Berbagai upaya pertolongan pun dilakukan mulai dari pemeriksaan denyut nadi, tekanan darah, gula darah hingga infus.

    “Namun Enthus masih juga tidak sadarkan diri,” tambahnya.

    Dokter Ulinuha kemudian memutuskan agar calon bupati petahana ini dirujuk ke RSUD Dr Soeselo Slawi dan diangkut menggunakan ambulans Puskesmas Jatinegara.

    Sekitar pukul 18.20 WIB, Enthus tiba di rumah sakit masih dalam keadaan koma dan mendapat bantuan pernafasan menggunakan oksigen. Oleh petugas rumah sakit dibawa masuk di IGD dan diterima oleh dr Akhmad Rosidi selaku dokter.

    “Upaya Resusitasi jantung dan paru segera dilakukan bersama tim medis selama kurang lebih 45 menit, namun tetap tidak ada respon. Enthus dinyatakan meninggal pada pukul 19.15 WIB dengan penyebab kematian serangan jantung,” terang Sinoeng.

    Jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Dampyak Kecamatan Kramat Kabupaten, Selasa (15/5/2018). Enthus pergi meninggalkan satu orang istri dan empat orang anak.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here