Koalisi Pilpres, PAN Berharap Parpol Tak Saling Kunci Kandidat

    0

    PolitikToday – Ketua DPP PAN Yandri Susanto berharap segera dilakukan pertemuan Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS guna membahas pembentukan poros kedua. Sebab, selama ini pertemuan yang terjadi hanya antara dua partai saja secara terpisah. Padahal, untuk membangun poros baru perlu adanya komunikasi banyak partai secara bersama-sama.

    Yandri juga berharap masing-masing parpol tidak saling mengunci komunikasi koalisi dengan memaksakan jagonya masing-masing.

    “Misalnya, capres harus dari partai A cawapres harus dari partai B. Mengunci seperti itu saya kira komunikasi tidak akan berlanjut. Tapi kalau bagaimana membangun negeri ini dengan lebih baik, bagaimana tanggung jawabnya bagaimana koalisi ini saya kira itu akan berkemajuan komunikasi seperti itu,” papar Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/5/2018)  kemarin.

    Startegi mengunci ini menurut Yandri komunikasi lintas partai yang seharusnya tidak mengecilkan satu sama lain dan perlu adanya titik temu dari semua ego.

    “Misalkan kalau mengunci, kami kalau koalisi dengan Gerindra, wakil harus dari kami maka itu akan membuat situasi komunikasi dengan partai lain tentu akan menjadi tidak baik,” tegas Yandri

    Karena itu, amat baik apabila parpol-parpol di luar pendukung Jokowi duduk bersama untuk membentuk poros kedua bersama. Misalnya, ingin mendukung Prabowo maka partai-partai harus duduk bersama guna menyepakati koalisi dan menentukan cawapresnya.

    “Tapi kalau misalkan dalam komunikasi hanya satu arah sekarang misalnya Gerindra dengan PAN tidak ada Demokratnya tidak ada PKS-nya, dengan PKB atau baru satu-satu sekarang. Saya kira itu baru tahap penjajakan saja belum pasti akan mengambil sebuah keputusan,” ujarnya.

    Yandri menilai semakin banyak partai yang bergabung akan semakin baik. Tapi, politik masih dinamis dan belum ada yang pasti sampai nanti deadline pendaftaran terakhir di KPU.

    Sebelumnya diketahui bahwa komunikasi Partai Gerindra dengan Partai Demokrat mulai semakin erat. Ketua divisi advokasi dan hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut pihaknya sedang menyusun kerangka kerja sama dengan Partai Gerindra di Pemilu 2019. Salah satu opsinya, Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan ditawarkan menjadi cawapres Prabowo Subianto.

    “Ya memang itu (AHY Cawapres) salah satu bagian dari kerangka kerja sama yang akan dibahas dan dimatangkan,” kata Ferdinand, Kamis (24/5/2018).

    Kerangka kerja sama itu baru akan dibahas bersama sekjen Gerindra dan sekjen Demokrat. Belum masuk ke tahap ketua umum partai. Saat ini rencana pertemuan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan sedang dimatangkan.

    Setelah antar sekjen bertemu, kata Ferdinand, kemudian tingkat ketua umum akan melanjutkan rencana koalisi.

    Sinyal positif keduanya berkoalisi mulai muncul pasca pertemuan Ketua Tim pemenangan Gerindra Sandiaga Uno bertemu dengan AHY.Bahkan, PKS yang sudah dekat dengan Gerindra membuka opsi mengalah soal jatah cawapres Prabowo. PKS kemungkinan bisa terima AHY sebagai cawapres jika Demokrat bergabung dengan koalisi ini.

    “Ya nanti pasti dirapatkan ya dan di rapat itu pasti akan ada argumen. Buat PKS apapun argumennya apabila itu untuk kepentingan umat bangsa dan negara siap ikut,” kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, Selasa (22/5/2018).

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here