KORSA: Stres #2019GantiPresiden, Jokowi Pecah Belah Sri Bintang dan Amien Rais

    0

    PolitikToday – Koordinator Komunitas Relawan Sadar (KORSA) Amirullah Hidayat, mensinyalir kritik Sri Bintang Pamungkas kepada Amien Rais merupakan settingan dari pihak-pihak yang bertujuan untuk memecah belah sesama tokoh bangsa yang mengkritik keras pemerintahan Presiden Joko Widodo.

    Amirullah Hidayat mengatakan setelah pihaknya menyelidiki ternyata penyelenggara acara diskusi “Memperingati Lengsernya Soeharto!! Amien Rais, Bapak Reformasi??” adalah pendukung Jokowi. Selain Sri Bintang, pembicara lain Boni Hargens, Wahab Talaohu, Faizal Assegaf dan Kapitan Kelibay.

    Pecah belah ini, kata Amirullah, disebabkan karena Jokowi dan pendukungnya semakin was-was dengan massifnya gerakan #2019GantiPresiden dan #2019PresidenBaru.

    “Gerakan ini membuat stres Jokowi sehingga dilakukan operasi pecah belah. Apalagi dalam acara itu ada Faizal Assegaf seorang pengkhianat dalam gerakan 212. Dan kami sangat menyayangkan Sri Bintang terjebak dalam permainan mereka,” ujarnya.

    Cara memecah belah yang dilakukan penguasa hari ini adalah cara-cara kotor. Tetapi Amirullah yakin rakyat terutama umat Islam tidak akan terprovokasi, sebab sejarah bangsa ini, peran Amien Rais sebagai bapak reformasi tidak bisa dibantah lagi. Karena itu Amirullah rakyat yang ingin mengganti Presiden 2019 untuk tetap solid dan saling backup.

    “Karena sebagai mantan relawan Jokowi, kami paham betul cara-cara operasi pemerintahan hari ini terhadap kelompok yang anti dari awal berkuasa. Memang cara kerjanya seperti ini, yaitu memecah belah sesama rakyat,” tegas Amirullah.

    Terkait, Ketua Umum Komunitas Pemuda Madani Furqan Jurdi mengaku sangat menyayangkan pernyataan Sri Bintang tersebut.

    “Tidak pernah bekompromi dengan penjajah, tidak pernah ingin mengubah atau membuat makar pada negara. Hanya karena amandemen UUD 1945, Pak Amien dianggap sebagai pengkhianat, salah tempat,” ujarnya.

    “Bukan berniat mendahului mereka yang ikut dan tahu sejarah itu, saya membaca bahwa ketika reformasi itu bergolak, tuntutannya adalah lengserkan Pak Harto dan amandemen UUD 1945. Karena pada waktu itu disebutkan, tidak ada reformasi tanpa amandemen UUD,” lanjut Furqan menambahkan.

    Maka, kalau dilihat dari hal itu, lanjutnya, kritik Sri Bintang sangat tidak tepat. Karena amandemen UUD yang bukan saja Amien Rais yang ikut terlibat sebagai ketua MPR, namun semua anggota MPR pada waktu itu ikut serta.

    “Jadi kalau dikatakan karena amandemen UUD Pak Amien dikatakan sebagai pengkhianat, maka seluruh yang setuju dengan amandemen itu adalah pengkhianat semua,” pungkas Furqan.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here