Menhan: Operasi Pemberantasan Teroris Harus Tetap Berjalan

    0

    PolitikToday – Menteri Pertahanan Jenderal TBI (Purn) Ryamizard Ryacudu meminta operasi pemberantasan teroris harus tetap berjalan meski perlu tidaknya payung hukum untuk pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI masih menjadi perdebatan. Menurut Ryamizard, terlepas dari polemik soal payung hukum yang saat ini masih diperbicangkan, aksi teror harus segera dihentikan.

    “Saya bukan orang hukum entar salah pula. Intinya lanjut terus. Ya saya optimistis kok dengan tentara,” ujar Ryamizard, usai memberi pengarahan di Mako Divif-1 Kostrad, Cilidong, Depok, Selasa (22/5).

    Mantan KASAD itu menjelaskan, ia juga mendorong percepatan pengesahan revisi UU Antiterorisme yang sedang digodok di DPR.

    “Masa kita sudah beberapa kali dihajar begitu masih mundur lagi. Bagus menghadapi teroris itu bagaimana, siapa aja, itu harus segera ajalah jangan sampai kayaknya kita ini takut dengan teroris enggak benar itu,” jelas Ryamizard.

    Ia menyebutkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan adanya keterlibatan TNI dalam memberantas terorisme. Bahkan, tambahnya, Dia juga tidak akan pusing dengan garis komando yang nantinya di berlakukan saat operasi dijalankan bersama.

    “Kalau saya, yang ini ya polisi banyak, semua polisi TNI enggak ada. Kalau polisi enggak ada, ya TNI. Tapi tengah-tengah polisi dan TNI sama-sama,” kata dia.

    Lebih jauh Ia menegaskan, penindakan terhadap pelaku teror juga bisa dilihat dari seberapa berat pidana yang dilakukannya. Bila sudah menggunakan alat perang, sudah sewajarnya TNI yang turun menanggulangi itu.

    “Ya sama-samalah. Kalau sama-sama lihat mana yang menindak, kalau berat hukum ya polisilah, kalau sudah menggunakan alat perang seperi bom itu ya harus tentara,” tutupnya.

    (gg)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here