Menkeu Minta Jangan Bandingkan Kebijakan Mahathir Dengan Gaji BPIP

    0

    PolitikToday – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta semua pihak untuk tidak membandingkan kebijakan Mahathir Mohammad (Perdana Menteri Malaysia) dengan hak keuangan pimpinan lembaga Indonesia (BPIP).

    Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani menyikapi besaran hak keuangan atau gaji yang diterima jajaran anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

    “Setiap negara punya politik, ekonomi, dan sosial berbeda. Malaysia sedang menghadapi situasi yang sama sekali dramatis dalam konteks mengelola politik, ekonomi, dan sosialnya,” kata Sri Mulyani di Kantor Presiden, Senin (28/5).

    Pembandingan kebijakan Mahathir dengan besaran hak keuangan jajaran anggota BPIP sebelumnya disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso. Menurutnya, Presiden Joko Widodo seharusnya berkaca dari kebijakan Mahathir dengan memangkas gaji para pembantunya.

    Berbeda dengan situasi di Malaysia, Sri Mulyani menjelaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara saat ini sedang sehat sehingga bisa menganggarkan hak keuangan bagi jajaran BPIP.

    Sementara itu saat ditanyai terpisah, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratiko menyatakan partainya enggan menduga alasan Presiden Joko Widodo memberi gaji besar kepada seluruh pejabat BPIP.

    “Tolong ditanyakan kepada yang menyusun standar penggajian, mungkin Setneg atau Kementerian PAN-RB,” ujar Hendrawan, Senin (28/5).

    Meskipun enggan berkomentar lebih jauh, namun Hendrawan beranggapan besar hak keuangan yang diterima jajaran BPIP sesuai dengan beban kerjanya.

    “Kami tidak apriori, karena tupoksi BPIP, soal-soal ideologi dan implementasi kebijakannya sangat berat,” ujarnya.

    Gaji Megawati dkk di BPIP ditetapkan Jokowi lewat Peraturan Presiden Nomor 42/2018 yang diteken pada 23 Mei 2018. Dalam perpres tersebut, Megawati sebagai ketua dewan pengarah mendapatkan hak keuangan Rp112 juta, sementara itu anggota Dewan Pengarah Rp100 juta, dan Kepala BPIP yang kini dipegang Yudi Latief mendapat hak keuangan Rp76 juta.

    (bs)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here