Menteri Dikbud Mengaku Tak Tahu Menahu Penetapan Libur Lebaran

    0

    PolitikToday – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy mengaku tidak pernah dilibatkan dalam rapat rapat penetapan hari libur bersama Lebaran yang saat ini tengah menuai kontroversi. Dijelaskannya, sejauh ini, Kementrian yang dipimpinnya tidak sekalipun diajak dalam rapat penetapan libur tersebut.

    “Itu kemungkinan karena memang libur puasa itu domainnya Pak Menteri Agama jadi sudah benar itu, kemudian juga karena menyangkut yang libur pegawai maka Pak Menteri Menpan RB, karena itu berkaitan dengan masalah transportasi lebaran, maka Pak Menteri Perhubungan itu, nah kemungkinan yang lain itu diwakili oleh Menko PMK,” ujar Muhadjir kantornya, Rabu (2/5).

    Ia menjelaskan, jika ada kesepakatan dari Kemenpan RB bahwa semua Pegawai Negeri Sekolah (PNS) libur, maka guru-guru yang PNS otomatis juga harus diliburkan.

    “Masak sekolahnya tetap masuk gurunya sudah libur, jadi sebetulnya kita mengikuti saja, nanti bagaimana kebijakan seharusnya,” tuturnya.

    Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui kesepakatan bersama tiga menteri telah menetapkan libur lebaran yang dimulai sejak tanggal 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018. Namun, setelah ditetapkan, penetapan hari libur lebaran itu mendapat reaksi beragam termasuk dari kalangan pengusaha dan pelaku ekonomi. Disisi lain, pasca reaksi itu, muncul isu bahwa pemerintah akan melakukan revisi karena memperoleh masukan dari berbagai kalangan.

    Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang Industri (Kadin) meminta pemerintah untuk segera mengubah keputusan penambahan cuti bersama Lebaran 2018 sebanyak tiga hari. Pasalnya, keputusan tersebut dapat merugikan pengusaha.

    Dikatakan Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani pihaknya mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah yang tak mengajak pengusaha berdiskusi mengenai penambahan cuti bersama Lebaran 2018.

    “Kebiasaan jelek, memutuskan nasib seseorang tapi orangnya tidak diajak ngomong. Ini kan konyol,” tegas Hariyadi, Selasa (1/5/2018).

    Ia mengaku, Apindo menunggu ajakan pemerintah untuk berdiskusi mengenai rencana revisi penambahan cuti bersama Lebaran 2018.

    “Kami tunggu (diskusi). Kami sudah kirim surat usul cuti bersama Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya, dua hari sebelum dan dua hari sesudah Lebaran. Itu sudah cukup, karena kalau yang sekarang kepanjangan, totalnya 9 hari,” tegas dia.

    Untuk diketahui, dengan keputusan penambahan libur, maka cuti bersamanya menjadi tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19 dan 20 Juni 2018. Libur Idul Fitri sendiri jatuh pada tanggal 15-16 Juni 2018 di hari Jumat dan Sabtu.

    “Dampaknya (penambahan cuti bersama) ini bisa menimbulkan biaya tambah, produktivitas langsung drop, dan buat pekerja sendiri tidak fair, karena langsung dipotong 7 hari kerja, padahal cuti mereka 12 hari setahun,” kata Hariyadi.

    (gg)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here