Senang Demokrat Gabung, PKS Tak Keberatan AHY Jadi Pendamping Prabowo

    0

    PolitikToday – Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut partainya senang jika benar Demokrat merapat ke poros koalisi pendukung Prabowo Subianto. Menurutnya, PKS juga tidak keberatan kalau ketum Gerindra itu memilih Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden (cawapres).

    “Ya nanti pasti dirapatkan ya dan di rapat itu pasti akan ada argumen. Buat PKS apapun argumennya apabila itu untuk kepentingan umat bangsa dan negara siap ikut,” katanya, Selasa (22/5/2018).

    Meski begitu, kata Mardani, PKS tetap menginginkan Prabowo menggandeng satu dari sembilan nama kader yang diproyeksi menjadi Cawapres di Pemilu 2019.

    Adapun 9 nama kader PKS itu diantaranya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, Gubernur Jawa Barat dari PKS, Ahmad Heryawan, Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufrie, Mantan Presiden PKS, Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring; Ketua DPP PKS, Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

    “Buat PKS kami bahagia ya karena PKS tetap yakin dengan kekuatan kader militannya, kekuatan strukturnya, dan sekarang PKS punya basis yang cukup kuat dari kemenangan 2017, yakin Gerindra akan tetap memilih 1 dari 9 kader PKS jadi wakilnya,” terangnya.

    Mardani menyambut baik pertemuan AHY dan Sandiaga Uno untuk melakukan penjajakan koalisi. Dia memuji dua sosok itu sebagai figur masa depan bagi Demokrat dan Gerindra.

    Kabar Demokrat tengah bakal segera merapat dengan Demokrat bergulir pasca Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, pada Jumat 18 Mei lalu.

    Menurut Sandiaga, pertemuan tersebut merupakan langkah awal koalisi yang sedang dibangun antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

    “Mas AHY menyebutnya bahwa daya beli lemah dan saya menyebutnya harga-harga mahal. Jadi kita menyamakan frekuensi dan ini sebuah pertemuan awal yang mudah-mudahan nanti dilanjutkan dengan summit di antara Pak Prabowo dan Pak SBY,” tutupnya.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here