Survei: Nawa Cita Tak Dikenal Publik dan Jokowi Tak Disuka karena Serbuan TKA

    0

    PolitikToday – Indo Barometer merilis hasil surveinya terkait penilaian publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo. Hasilnya, ada sekitar 29,4 persen yang mengaku tidak puas, dan alasan mereka didominasi persoalan lapangan kerja dan serbuan tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok.

    Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhamad Qodari mengatakan, mayoritas atau sebanyak 68,6 persen dari 1.200 responden mengaku sangat puas dengan kinerja Jokowi. Sisanya mengaku kurang puas atau tidak puas sama sekali, serta tidak tahu atau tidak menjawab.

    “Beberapa alasan tidak sukanya publik dengan Jokowi didominasi harga sembako belum stabil, lapangan pekerjaan terbatas, kemiskinan, atau kesenjangan hingga banyak tenaga kerja China,” kata Qodari dalam konferensi pers pemaparan hasil surveinya di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

    Dalam survei itu, mayoritas publik, yakni sebesar 55,5 persen, menginginkan Jokowi menjadi presiden untuk periode 2019-2024. Sementara itu, yang menginginkan sebaliknya sebanyak 30,2 persen.

    Naca Cita Tak Dikenal

    Indo Barometer juga merilis tingkat kepuasan publik terhadap program Nawa Cita pemerintahan Jokowi-JK. Hasilnya diketahui pengetahuan publik terhadap program Nawa Cita hanya sebesar 37,6 persen. Sedangkan responden yang pernah mendengar/mengetahui yang tidak pernah mendengar/tidak pernah mengetahui 58,2 persen.

    “Tingkat kepuasan publik terhadap pencapaian program ‘Nawa Cita secara umum’ sebesar 39,4 persen,” kata Qodari.

    Ia menjelaskan, dari kesembilan Nawa Cita yang ada, Nawa Cita yang dianggap memperoleh tingkat kepuasan paling tinggi adalah Nawa Cita 3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan pedesaan sebanyak 60,4 persen.

    Disusul Nawa Cita 1 yang berisi ‘upaya mewujudkan perlindungan keamanan bagi seluruh warga negara melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya, pembangunan pertahanan dan memperkuat negara maritim’ sebesar

    53,8 persen.

    Kemudian program Nawa Cita 5 yang berisi ‘upaya penigkatan kualitas pendidikan dan pelatihan melalui program indonesia pintar serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melaluiprogram indonesia kerja dan indonesia sejahtera’ berada di peringkat ketiga sebesar 53,4 persen.

    Sedangkan program Nawa Cita yang berada di peringkat paling bawah adalah Nawa Cita 2 yang berisi ‘upaya membangun tata kelola pemerintahan yangbersih, efektif, demokratis dan terpercaya’ sebesar 34,4 persen.

    Untuk diketahui survei tersebut dilaksanakan pada 15 22 April 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1200 responden. Margin of error sebesar 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here