Tidak Logis Hanya Novanto yang Divonis, Pakar Hukum: Ada Pelaku Lain di e-KTP

    0

    PolitikToday – Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Syaiful Bakhri, menganggap tidak logis jika vonis kasus korupsi pengadaan e-KTP hanya diberikan kepada mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto. Menurutnya, skandal tersebut melibatkan banyak pihak yang juga mesti dijatuhi hukuman.

    “Semestinya ada pelaku lain. Sebab, setiap perkara ada pihak yang menyuruh melakukan dan membantu melakukan,” kata Syaiful di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

    Ia meyakini, fakta persidangan bisa mengungkapkan adanya tersangka baru. “Memang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap suatu perkara korupsi dengan alat bukti yang hampir sempurna alias tidak gegabah,” tukasnya.

    Puan dan Pramono

    Sebelumnya, dalam persidangan, Novanto menyebut ada uang hasil korupsi yang mengalir kepada dua politisi PDI Perjuangan, yakni Puan Maharani dan Pramono Anung. Menurut Novanto, keduanya masing-masing mendapatkan 500.000 dollar Amerika Serikat.

    Hal itu dikatakan Novanto saat sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (22/3/2018). “Bu Puan Maharani Ketua Fraksi PDI-P dan Pramono adalah 500.000. Itu keterangan Made Oka,” kata Setya Novanto kepada majelis hakim.

    Menurut Novanto, pada suatu waktu pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Made Oka Masagung datang ke rumahnya. Menurut Novanto, saat itu Oka menyampaikan bahwa ia sudah menyerahkan uang kepada anggota DPR.

    “Saya tanya pada waktu itu ‘Wah untuk siapa?’ Disebutlah, tidak mengurangi rasa hormat saya dan saya minta maaf, karena ada juga saudara Andi di situ, adalah untuk Puan Maharani 500.000 (dollar AS) dan untuk Pak Pramono 500.000 (dollar AS),” kata Novanto.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here