TNI AL Tegaskan Siapkan Pasukan untuk Bergabung ke Koopsusgab

    0

    PolitikToday – Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Siwi Sukma Adji menegaskan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) yang berada dibawah naungan TNI AL siap bergabung dengan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) TNI untuk memberantas aksi terorisme.

    Disampaikan KASAL, TNI AL siap berkontribusi dalam upaya pemerintah memerangi aksi teror yang berlakangan kian meresahkan masyarakat.

    “Intinya TNI AL sangat siap masuk dalam Koopssusgab,” katanya.

    Sebagaimana diketahui, Koopsusgab merupakan unit khusus yang terdiri dari gabungan pasukan khusus gabungan dari tiga matra militer, seperti Kopassus TNI AD, Detasemen Jalamangkara TNI AL, dan Detasemen Bravo 90 TNI AU.

    Pada awalnya, satuan elit ini dibentuk pada awal 2015 lalu oleh Panglima TNI pada waktu itu Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

    Lebih jauh Laksamana Siwi menjelaskan, bahwa pengerahan pasukan dan alutsista di kesatuan tersebut sudah siap untuk dikerahkan melawan terorisme.

    Ia juga memastikan saat ini TNI AL dan Denjaka tinggal menunggu perintah Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengaktifkan kembali pasukan tersebut.

    “Satuan sudah siap, prajuritnya sudah siap, tinggal melaksanakan perintah dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara langsung,” kata dia.

    Koopsusgab sendiri memang disiapkan khusus untuk ikut terjun dalam aksi pemberantasan aksi terorisme yang personilnya hanya berjumlah 90 orang. Setiap personel yang dipilih itu memiliki keahlian khusus dalam hal penanganan aksi terorisme.

    Akan tetapi, berdasarkan UU, operasi pasukan ini hanya dilakukan apabila sudah ada keputusan hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum bergeraknya pasukan tersebut.

    “Harusnya ada peraturan dulu, kalau ada perintah kita laksanakan, misalnya operasi di Marawi (Filipina Selatan) yang langsung digelar dan sampai sekarang masih berlangsung antara tiga negara atau trilateral Indonesia, Malaysia, dan Filipina,” kata Siwi.

    Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan pembentukan Koopssusgab ini merupakan bagian dari operasi militer selain perang (OMSP) yang diatur Pasal 7 UU TNI, salah satunya untuk ikut dalam menanggulangi tindak pidana terorisme.

    (gg)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here