Viral: Beredar Isu Jokowi Koreksi Cuti Bersama Lebaran Karena Desakan Pengusaha

    0

    PolitikToday – Beredar isu Presiden Joko Widodo berencana akan mengkoreksi cuti bersama lebaran yang dianggap terlalu panjang oleh para pengusaha.

    Sebelumnya cuti bersama telah dikeluarkan Menpan-RB melalui SKB 3 Menteri yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) berlaku untuk pegawai swasta maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

    Sebelumnya, dalam SKB Tiga Menteri yang ditetapkan tanggal 22 September 2017 lalu, telah ditetapkan cuti bersama sebanyak 4 hari, yaitu 13,14,18,19 Juni 2018. Setelah penandatangan SKB 3 menteri, maka total cuti bersama adalah 7 hari.

    Sesuai kesepakatan 3 Menteri, cuti bersama bertambah dua hari sebelum lebaran yaitu tanggal 11 dan 12 Juni, dan sehari sesudah lebaran yakni tanggal 20 Juni. Artinya, cuti bersama menjadi tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19 dan 20 Juni 2018. Dikabarkan nantinya akan dibuat melalui perpres tidak lagi menggunakan SKB 3 menteri.

    Keputusan pemerintah ini membuat para pengusaha angkat bicara. Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang Industri (Kadin) keputusan pemerintah tersebut dapat merugikan pengusaha.

    “Kebiasaan jelek, memutuskan nasib seseorang tapi orangnya tidak diajak ngomong. Ini kan konyol,”  kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani, Selasa (1/5).

    Hariyadi mengaku, Apindo menunggu ajakan pemerintah untuk berdiskusi mengenai rencana revisi penambahan cuti bersama Lebaran 2018.

    “Kami tunggu (diskusi). Kami sudah kirim surat usul cuti bersama Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya, dua hari sebelum dan dua hari sesudah Lebaran. Itu sudah cukup, karena kalau yang sekarang kepanjangan, totalnya 9 hari,” tegas dia.

    Hariyadi berpendapat, libur yang ditetapkan pemerintah terlalu panjang dan dapat menurunkan produktifitas perusahaan.

    “Dampaknya (penambahan cuti bersama) ini bisa menimbulkan biaya tambah, produktivitas langsung drop, dan buat pekerja sendiri tidak fair, karena langsung dipotong 7 hari kerja, padahal cuti mereka 12 hari setahun,” kata Hariyadi.

    Sebelumnya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan momen libur panjang Lebaran selama 2 minggu bisa menganggu situasi pasar modal Indonesia.Dia pun berharap libur panjang Lebaran tidak berlangsung terlampau lama.

    “Tolong dong jangan 2 minggu libur. Saya juga nggak ngebayangin buruh yang bayarannya harian, mereka enggak nerima pendapatan. 2 minggu tukang-tukang dagang tuh tutup semuanya, investor agak uncertainty nambah, menurut saya kelamaanlah 2 minggu,” ujar dia di Gedung Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/4/2018).

    Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo membantah kabar bahwa Presiden Joko Widodo akan mengoreksi soal cuti bersama libur Lebaran 2018.

    “Belum ada informasi itu. Belum tahu. Besok saya cek,” kata Johan, Selasa (1/5).

    (bs)

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here