Akhirnya Guru Besar Undip Dinonaktifkan Karena Bicara Khilafah

    0

    PolitikToday – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Suketi dinonaktifkan dari jabatannya setelah dia bicara soal khilafah.

    Suketi merupakan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) dan Ketua Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Hukum (MIH) Universitas Diponegoro.

    Dirinya dinonaktifkan setelah status dan komentarnya di media sosial yang dianggap membela ormas Hitzbut Tahrir Indonesia (HTI). Suteki sendiri sempat hadir sebagai saksi ahli dari HTI saat sidang di PTUN Jakarta.

    Suteki kecewa dan merasa diperlakukan tak adil. Dia juga heran dituding pro organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

    “Benarkah hanya bicara tentang khilafah kemudian disimpulkan bahwa saya itu adalah seorang penyebar paham radikalisme? Negara ini kan negara demokrasi. Masih ada ruang untuk diskusi, di manapun, baik di dalam maupun di luar kampus agar persepsi saling dipahami sehingga tidak berakhir dengan persekusi layaknya yang saya alami ini,” kata Suteki.

    Suteki juga menilai pencopotan sementara jabatan terhadap dirinya sangat terlalu dipaksakan oleh Undip hanya karena tekanan publik di media sosial tanpa melihat realitasnya.

    “Saya merasa ini masih prematur dan dipaksakan, karena sesuai Pasal 27 PP 53 tahun 2010 (tentang Disiplin PNS), sifatnya tidak wajib tetapi hanya dapat dibebaskan kalau pemeriksaan mengganggu tugas jabatannya,” jelas dia.

    Sementara itu, Rektorat Undip menyatakan pemberhentian sementara Suteki yang tertuang dalam surat resmi SK Nomor 223/UN7.P/KP/2018 yang ditandatangani Rektor Undip Prof.Dr. Yos Johan Utama, SH, MHum bertanggal 6 Juni 2018, menyatakan pemberhentian sementara ini merupakan prosedur terkait kondisi Suteki yang tengah menjalani sidang disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sidang kode etik kehormatan.

    “Prosedurnya harus dinon-aktifkan sementara dari jabatan yang ada karena yang bersangkutan masuk sidang disiplin dan kode etik. Kalau nanti terbukti tidak bersalah, jabatan itu dikembalikan lagi,” ujar Humas Undip, Nuswantoro Dwiwarno.

    Meski jabatannya dicopot, Suteki masih diijinkan pihak Undip untuk tetap mengajar karena masih tetap berstatus sebagai dosen PNS.

    (bs)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here