Aman Abdurrahman Putuskan Terima Vonis Mati

    0

    PolitikToday – Meski divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terpidana mati terorisme Oman Rachman alias Aman Abdurrachman alias Abu Sulaiman memutuskan menerima vonis yang telah dijatuhkan kepadanya. Pemimpin organisasi Jemaah Ansharut Daulah (JAD) itu menolak mengajukan banding dan bersiap menghadapi eksekusi di hadapan regu tembak.

    Disampailan kuasa hukum Aman, Asludin Hatjani, kliennya menegaskan sikap untuk tidak mengajukan banding dan menerima keputusan pengadilan yang memvonis dirinya dengan pidana mati.

    “Tidak banding. Ya terima saja, dan keluarga hanya menyampaikan bahwa usia manusia ditentukan oleh Allah S.W.T.,” kata Asludin, Jumat (29/6).

    Ditambahkan Asludin, setelah ia dan Aman berdiskusi yang melibatkan keluarganya, semua pihak sepakat untuk menunggu waktu eksekusi terhadap kliennya.

    Diketahui, Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini dalam sidang vonis yang dilakukan pekan lalu di PN Jakarta Selatan itu, menjatuhkan vonis pidana mati kepada Aman karena terbukti bersalah dalam kasus bom Sarinah, bom gereja Samarinda, hingga penusukan polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat, serta serangan teror lain di Indonesia selama kurun sembilan tahun terakhir.

    Aman divonis terbukti melanggar dakwaan Pasal 14 juncto Pasal 6 dan Pasal 15 juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
    Menurut dia, tidak ada alasan yang dapat meringankan hukuman buat Aman. Aman juga terbukti sebagai penggerak kelompok radikal.

    Selain itu, kata Hakim Akhmad, Aman juga menyebarkan ajarannya tentang syirik demokrasi, sehingga menganggap pemerintah Indonesia perlu diperangi. Aman menyebarkan ajarannya melalui media Internet dari situs millahibrahim.wordpress.com, sehingga mudah diakses oleh siapa pun.

    “Para pengikutnya bisa secara langsung menerima ajaran amaliah dan melakukan bunuh diri yang menimbulkan teror dan korban jiwa. Terdakwa harus ikut bertanggung jawab sebagai akibat perbuatan tersebut. Tidak ditemukan satupun alasan yang meringankan atas perbuatan terdakwa,” kata Hakim Akhmad.

    (gg)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here