Anggaran Naik Jadi Rp966 Miliar, Alaska: BPIP Gerus Uang Pajak dari Keringat Rakyat

    0

    PolitikToday – Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) menyebut permintaan Sekretaris Kabinet Pramono Anung bersama Menteri Sekretariat Negara Pratikno, yang meminta tambahan anggaran sebesar Rp576.2 miliar untuk memenuhi gaji, tunjangan dan dana operasional tinggi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sangat tidak pancasilais.

    Demikian disampaikan Koordinator Alaska, Adri Zulpianto, Sabtu (9/6/2018). Alaska terdiri dari Lembaga Lembaga Kajian dan Analisis Keterbukaan Informasi Publik (Kaki Publik) dan lembaga Center Budget Analysist (CBA).

    “Jadi, pada tahun depan, anggaran untuk BPIP akan berjumlah total sebesar Rp966.4 miliar. Sedap dan nikmat sekali, BPIP dalam mengerus keringat rakyat yang berasal dari pajak tersebut,” ungkapnya.

    Tambahan anggaran sebesar Rp576.2 miliar atau menjadi Rp966.492 miliar, Alaska menilai, penambahan anggaran untuk BPIP tersebut sebagai bentuk pemerintahan yang tidak memikirkan nasib rakyat. Karena saat ini, rakyat masih terjerat persoalan sembako yang mahal, serta biaya listrik dan pajak yang semakin tinggi.

    “Sehingga kenaikan anggaran merupakan tindakan yang tidak pancasilais, yang tidak memikirkan nasib rakyat,” ujar Adri.

    Selanjutnya, penambahan anggaran BPIP ini seperti penambahan alokasi subsidi buat lembaga BPIP, agar pemerintahan Jokowi bisa memanjakan dan memewahkan para pejabat BPIP.

    “Ironis, pemerintah yang menyatakan tidak sanggup membebani anggaran untuk subsidi kepentingan dan keperluan rakyat setiap tahunnya selalu justru diamputasi. Tapi, besarnya anggaran negara malah selalu ada untuk para pejabat di kepemerintahan yang hidupnya justru jauh dari kesulitan,” tutup Adri.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here