Aria Bima: Judul ‘Ongkang-ongkang Kaki’ Tidak Etis

    0

    PolitikToday – Politikus PDIP Aria Bima menilai judul ‘Ongkang-ongkang Kaki’ yang dimuat Radar Bogor tentang hak keuangan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasilda, Megawati Soekarnoputri tidak etis.

    “Coba saya tanya itu yang ngomong siapa? Wartawan, kan, enggak boleh beropini. Ini namanya memvonis lewat pemberitaan,” terang dia.

    Saat ditanya soal penyerangan kantor Radar Bogor, Bima Arya tak banyak menjawab. Dia bilang kondisi itu adalah gerakan reaktif dari grass root yang tidak terima dengan pemberitaan Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut.

    “Itu, kan, refleks saja dari yang di sana. Mungkin mereka tidak terima dengan hal tersebut,” ungkap dia.

    Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPR Bambang Wuryanto menganggap penggerudukan yang dilakukan sejumlah kader di kantor Radar Bogor merupakan hal yang biasa.

    Bambang bahkan mengatakan, seandainya Radar Bogor ada di Jawa Tengah, bisa jadi kantornya sudah rata dengan tanah.

    “Kalau pemberitaan kayak begitu, Radar Bogor memberitakan di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah,” cetus Bambang.

    Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mendesak kepolisian mengusut ​tuntas aksi kekerasan terhadap kantor Radar Bogor tersebut. Direktur Eksekutif LBH Pers, Nawawi Bahrudin menjelaskan, pihaknya mengecam tindakan premanisme kader PDIP.

    “Tindakan ini pelanggaran hukum yang bisa dikategorikan perbuatan pidana yang sangat mengancam demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia,” tuturnya dalam keterangan rilis, Kamis (31/5).

    Nawawi menyayangkan tindakan kader PDIP. Apabila ingin melakukan protes terhadap berita Radar Bogor, menurut Nawawi, mereka dapat menggunakan mekanisme hak jawab sebagaimana yang sudah diatur di dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 5.

    “PDIP sebagai organisasi politik terdidik seharusnya memberikan contoh yang baik dalam menyelesaikan sengketa dengan media, bukan malah menggunakan cara-cara melanggar hukum yang justru mencederai nilai-nilai juang partai atau visi misi PDIP,” ujar Nawawi.

    (bs)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here