Bawaslu Periksa Ketua KPU Makassar atas Dugaan Manipulasi Data

    0
    Anggota tim pemantau Pemuda Pancasila Faisal memperlihatkan data hasil perhitungan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Walikota Makassar di Hotel Asyirah, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/6). Dalam keterangannya tim pemantau menemukan adanya indikasi sejumlah data suara yang berbeda terkait perhitungan suara Pasangan Cawalkot Makassar Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi dengan kolom kosong termasuk pelarangan peliputan media pada rekapitulasi hasil perhitungan suara di tingkat Kecamatan. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

    PolitikToday – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar akan memeriksa Ketua KPU Makassar, Syarif Amir pada Sabtu (30/6/2018). Pemeriksaan tersebut terkait dugaan manipulasi data form C1.

    “Iya kita agendakan pemeriksaan terhadap ketua KPU Sulsel sebagai representasi lembaga terkait dugaan manipulasi data form C1 yang viral di media sosial,” kata Ketua Bawaslu Makassar, Nursari.

    Rencananya, kata ketua Bawaslu Makassar ini, pemeriksaan dilakukan pukul 08.00 wita. Suratnya telah dilayangkan.

    Soal dugaan manipulasi data form C1 ini, yang beredar di media sosial adalah antara lain dua foto yang membandingkan antara jumlah perolehan suara di form C1 dengan data web KPU.

    Seperti di TPS 05, Kecamatan Tamalate. Dalam form C1 menunjukkan perolehan suara paslon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) sebanyak 86 suara dan kotak kosong peroleh 123 suara. Tapi di web KPU, posisi data di TPS 05 itu terbalik. Yang peroleh 123 suara adalah paslon Appi-Cicu dan kotak kosong yang peroleh 86 suara.

    Sementara itu Adi Rasyid Ali dari Lembaga Pemantau Independen Pemuda Pancasila Sulsel saat merelease hasil pemantauannya mewanti-wanti penyelenggara pilkada yakni KPU dan Bawaslu agar tidak main-main, bersikap profesional dan independen.

    Dia melihat, banyak indikasi kecurangan di pilwalkot Makassar sesuai temuan relawan pemantaunya di lapangan termasuk soal dugaan manlipulasi data form C1 itu.

    “Kami punya data, punya bukti gambar. Rencananya dalam waktu dekat akan kami laporkan ke Bawaslu. Setelah kami laporkan, barulah kami tunjukkan data realnya ke teman-teman media,” kata Adi Rasyid Ali.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here