Fahri Hamzah: Yudi Latif Mundur Jadi Momentum Evaluasi Urgensi BPIP

    0

    PolitikToday – Mundurnya Yudi Latif selaku Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) mesti dijadikan momentum untuk evaluasi. Sudah saatnya pemerintah dan para pengurus BPIP melakukan evaluasi menyeluruh tentang urgensi tentang keberadaan lembaga yang perpresnya baru saja ditandatangani presiden tersebut. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, Jumat (8/6/2018)

    “Perlu ada evaluasi menyeluruh apakah lembaga itu (BPIP) perlu diteruskan atau tidak,” tegas anggota DPR dari dapil Nusa Tenggara Barat itu.

    Fahri menyebut berhentinya Yudi Latif menyiratkan telah terjadi perubahan di tengah jalan mengenai tujuan awal BPIP itu didirikan. Termasuk urgensi transformasi BPIP dari Unit Kerja Presiden-Pembina Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

    “Harus jadi pelajaran berikutnya, bahwa ada kemungkinan apa yang dipikirkan dari awal mengenai BPIP, di tengah jalan telah mengalami perubahan,” ujar Fahri.

    Sementara Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengapresiasi mundurnya Yudi Latif dari jabatan kepala BPIP. Menurutnya, sikap Yudi tersebut merupakan tindakan seseorang pancasilais.

    “Yang dilakukan Yudi tindakan yang Pancasilais. Karena dia mungkin menyadari lembaga ini bukan lembaga yang pas dan efektif untuk lakukan pembinaan Pancasila,” kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/6).

    Menurut Fadli, Pancasila tidak bisa dilakukan dengan pembinaan yang sentralistik, melainkan memasyarakat di bawah. Selain itu, pola pembinaan itu juga sudah dilakukan oleh DPR/MPR melalui sosialisasi tentang Pancasila UUD 1945 dan lain sebagainya.

    “Itu jauh lebih tepat karena langsung ke masyarakat, ketimbang ada suatu badan yang seolah-olah menjadi penafsir dari Pancasila kemudian nanti bisa melakukan satu judgment mana yang Pancasilais mana yang tidak. Itu akan mengganggu dan malah menjauhkan dari hakekat Pancasila,” ujarnya.

    Fadli menilai Yudi Latif adalah seseorang yang tahu tentang Pancasila, sehingga jika ia mengundurkan diri hal itu merupakan suatu kritik dan evaluasi terhadap lembaga tersebut. Fadli menduga ada yang salah dengan lembaga tersebut sehingga orang sekaliber Yudi Latief memilih untuk mengundurkan diri dari lembaga tersebut.

    “Mungkin saja. Kalau dia nyaman kan nggak mungkin mundur dong? Malah semakin semangat,” katanya.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here