Jangan Lupakan Korupsi e-KTP

    0
    Jangan Lupakan Korupsi e-KTP

    Sepekan terakhir, fokus kita adalah merayakan Idul Fitri setelah sebulan penuh berpuasa. Kita rutin bersilaturahmi, tertawa riang bersama menikmati hati yang disebut sebagai hari kemenangan. Energi kita habis untuk bersuka cita. Dimanapun berada, kita tak lepas dari tawa, bersalaman hingga sebuah berita besar dihadirkan dan mengejutkan semua pihak. Komjen Muhammad Iriawan dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat.

    Polemik tak terhindarkan, berbagai argumen disampaikan dan saling serang menjatuhkan, Bantahan juga tak kalah kerasnya. Masing masing pihak saling bertahan dan menyerang. Disatu sisi menyebut pengangkatan Komjend “Iwan Bule” panggilan akrab M. Iriawan itu salah dan melanggar UU, disisi lain membuat pembenaran pula dengan segala macam kalimat. Riuh dan hiruk pikuk.

    Namun, adakah dibalik itu kita memperhatikan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsoi (KPK). Lembaga anti rasuah itu sepertinya tidak peduli dengan lebaran. Pikiran KPK sederhana saja, orang boleh berlebaran namun KPK tetap bekerja.

    Baru baru ini, Juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan bahwa KOPK tengah menyelidiki berkas perkara kasus e-KTP yang sudah memenjarakan beberapa nama. Ini menarik dibahas. Saat ini dua tersangka tengah duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa di PN Tipikor dan menunggu ketukan palu hakim. Akan tetapi, disisi lain, beberapa nama juga tengah ketar ketir dan sesak menahan nafas. Bisa bisa nama mereka masuk sebagai calon pasien KPK.

    Nama Ketua DPR Bambang Soesatyo sudah dipanggil KPK untuk dimintai keterangan. Bamsoet bahkan sudah mendatangi gedung KPK dan memberikan keterangan. Ia keluar dari gedung merah putih itu dengan wajah sumringah. Kepada wartawan ia menjelaskan bahwa ia memberikan keterangan sepanjang pengetahuannya atas proyek tersebut.

    Nama nama lain juga sudah dimintai keterangan. Mereka semua masih berstatus sebagai saksi. Belum ada yang naik pangkat sebagai tersangka. Entahlah nanti. Kalau KPK menemukan adanya alat bukti.

    Yang menarik adalah kemana nama nama seperti Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, Olly Dondokambey dan tentu saja nama Puan Maharani dan Pramono Anung. Ganjar tidak bisa menghadiri panggilan KPK karena tengah sibuk berkampanye Pilkada. Olly Dondokambey sudah diperiksa.

    Desakan untuk memeriksa Politisi PDI-P itu kian keras disampaikan. Namun sampai saat ini KPK seperti belum bergerak kesana. Tak baik berburuk sangka kepada KPK. Namun yang menjadi pertanyaan kenapa nama nama politisi lain sudah dipanggil dan berulang ulang. Olly sudah datang ke KPK, Ganjar juga sudah membantah. Namun bagaimana dengan Pramono dan Puan.

    Setya Novanto dalam kesaksiannya pernah menyampaikan bahwa ia mendapatkan informasi dari Made Oka bahwa ada penyerahan uang yang diduga berasal dari proyek e-KTP kepada Puan dan Pramono Anung. Keduanya pada waktu itu adalah Ketua Fraksi PDI-P dan Wakil Ketua DPR RI dari unsur Fraksi PDI-P. Akan tetapi dalam persidangan lain, Novanto membantah.

    KPK semestinya tidak berhenti di keterangan itu saja. Seharusnya konsistensi KPK dalam menindaklanjuti kasus mega korupsi ini terus berlanjut. Karena publik menunggu hasil kerja lembaga itu.

    KPK tentu tidak perlu merasa takut untuk memanggil Puan atau Pramono meski keduanya saat ini tengah menjabat sebagai Menko dan Seskab di Kabinet Jokowi. Sebab dimata hukum semua diperpalakukan sama dan tentu saja tidak ada keistimewaan meski ia pejabat negara sekalipun.

    Senang kita membaca pernyataan Jubir KPK yang mengatakan bahwa KPK terus mempelajari berkas perkara e-KTP yang sudah ada. Akan tetapi alangkah lebih senang lagi jika kita diberi hadiah oleh KPK pemeriksaan itu kian membuka tabir korupsi tersebut.

    KPK tidak perlu takut dan risau akan terjangan penolakan bahkan adanya ancaman pembubaran sepanjang mampu menjaga profesionalitas dan indipendensi mereka. Selama itu dijaga, KPK akan tetap baik dan berdiri kokoh.

    Ayo KPK, jangan berhenti dan apalagi takut.

    Oleh Muhammad Syofyan 

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here