KPK Tolak RKUHP, Wiranto: Jangan Bicara di Sosmed, Rame Nanti!

    0

    PolitikToday – Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan bahwa pihaknya tetap menolak UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) masuk ke dalam Rancangan Kitab Undang Hukum Pidana (RKUHP).

    “Kita masih seperti dalam posisi itu ya, ya kita kalau diizinkan akan berkomunikasi dengan bapak Presiden langsung, mudah-mudahan oke,” tegasnya sebelum memulai rapat RAPBN 2019 di Komplek Parlemen, Kamis (7/6/2018).

    Agus bahkan menyatakan, lembaganya masih menunggu jadwal  untuk bertemu dengan Presiden Jokowi membahas hal tersebut.

    “Ingin menghadap dengan presiden, pembuat UU kan presiden dengan DPR,” tandasnya.

    KPK menolak sejumlah poin yang tengah dibahas RKUHP karena dinilai berisiko melemahkan KPK, salah satunya poin terkait pengaturan tindakan pidana korupsi. Namun, Menko Polhukam Wiranto malah meminta KPK tidak khawatir dan curiga terhadap RKUHP.

    “Sama sekali tidak benar RUU KUHP itu akan melemahkan lembaga itu (KPK),” tegasnya, di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

    Wiranto melanjutkan, RKUHP bersifat mengkonsolidasi perundang-undangan yang dahulu diinginkan Belanda.

    “RKHUP ini dikonsolidasikan, dikodifikasikan sehingga menarik delik-delik tindak pidana khusus tapi hanya pokok-pokoknya saja,” lanjut Wiranto.

    Dalam RKUHP tersebut, terdapat pedoman umum yang berguna saat melaksanakan peradilan tindak pidana khusus sebagai pedoman utama.

    “Artinya istilah hukumnya kan ada lex generalis itu, lex generalis itu ada di KUHP tetapi untuk lex spesialisnya tetap ada di UU tipikor, kemudian tidak berarti meniadakan UU tipikor, badannya tetap, proses peradilannya tetap, kewenangannya tetap tidak ada yang dirugikan, maka tidak ada yang melemahkan,” demikian Wiranto.

    Selain itu, Wiranto menyebutkan terdapat sejumlah kalangan yang meminta pembahasan RKUHP ditunda bahkan meminta untuk dicabut.

    Untuk itu, ia meminta siapapun yang merasa keberatan terhadap RKUHP diharapkan datang langsung ke Kantor Kemenko Polhukam.

    “Ya suruh dateng ke Kemenkopolhukam, kita bicarakan. Jangan bicara di publik kalau ada yang puas silakan datang bicara, kalau enggak puas bicara di sosial media semua gimana? Ya rame nanti,” ujar Wiranto.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here