KPU Akan Gelar Pemungutan Suara Ulang di 69 TPS, Paling Banyak di Sulteng

    0
    Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mengenakan kostum kesenian tradisional Dongkrek membantu warga mencelupkan jari ke tinta di TPS 5 Desa Jetis, Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (27/6). Petugas di TPS itu mengenakan busana dan menampilkan tarian Dongkrek untuk menarik minat warga agar menyalurkan hak suaranya sekaligus melestarikan kesenian tradisional tersebut. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

    PolitikToday – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di 69 tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pilkada 2018 tingkat provinsi. PSU tersebut paling banyak digelar di Sulawesi Tenggara (Sulteng), yakni di 43 TPS.

    “Sebanyak 69 TPS itu harus melaksanakan PSU untuk menindaklanjuti rekomendasi Panwas. TPS itu tersebar di 26 kabupaten/kota di 10 provinsi,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

    Wahyu mengatakan, penyebab terjadinya PSU dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori. Misalnya, penggunaan hak pilih lebih dari satu kali, penggunaan hak pilih oleh pemilih dari luar daerah pemilihan, kekurangan surat suara dari jumlah DPT di TPS, selisih penggunaan surat suara dengan jumlah pemilih.

    Ada juga kasus surat suara telah dicoblos atau kotak suara telah dibuka sebelum hari pemungutan.

    “Selain itu, PSU juga disebabkan kerusuhan di TPS pasca-pemungutan yang menjadikan KPPS dan saksi berinisiatif melakukan penghitungan di luar TPS,” ujar Wahyu.

    Sebanyak 69 TPS yang harus melakukan pemungutan suara ulang yaitu di provinsi Sulawesi Tengah (1 TPS), Riau (2 TPS), Jawa Timur (5 TPS), Banten (2 TPS), Jawa Barat (2 TPS), Papua (1 TPS), Sulawesi Barat (1 TPS), Kalimantan Selatan (1 TPS).

    Dua provinsi yang paling banyak harus melakukan pemungutan suara ulang adalah Sulawesi Tenggara (43 TPS) dan Nusa Tenggara Timur (11 TPS).
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here